TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Konflik Timur Tengah Hantam Pariwisata RI: Tiket Pesawat Melonjak, Wisatawan Batal Berangkat

Reporter & Editor : AY
Senin, 30 Maret 2026 | 09:26 WIB
Ilustradi paket. Foto ::Ist
Ilustradi paket. Foto ::Ist

JAKARTA – Konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat mulai berdampak signifikan terhadap industri pariwisata Indonesia. Pelaku usaha mengeluhkan penurunan kunjungan wisatawan akibat terganggunya jalur penerbangan internasional.

 

Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Hariyadi Sukamdani, menjelaskan bahwa kawasan Timur Tengah memiliki peran strategis sebagai hub penerbangan global. Konflik yang terjadi membuat banyak maskapai menghindari wilayah udara tersebut.

 

“Ketika penerbangan dari dan ke Timur Tengah terganggu, otomatis berdampak pada jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Menurutnya, wisatawan mancanegara dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Doha, serta negara-negara Timur Tengah lainnya merupakan pasar penting bagi sektor pariwisata nasional.

 

Selain itu, banyak penerbangan dari Eropa menuju Asia yang melintasi wilayah udara Timur Tengah. Gangguan di kawasan tersebut berdampak luas terhadap konektivitas global.

 

Dampak konflik mulai terasa di sejumlah destinasi unggulan, termasuk Bali. Sejumlah pelaku usaha melaporkan adanya pembatalan paket wisata oleh wisatawan asing.

 

“Di Bali sudah mulai terasa penurunan, bahkan ada pembatalan perjalanan dari wisatawan mancanegara,” ungkap Hariyadi.

 

Ia memperkirakan kinerja industri pariwisata pada kuartal II-2026 akan menghadapi tekanan berat. Selain gangguan penerbangan, kenaikan harga avtur akibat lonjakan harga minyak global turut memperburuk kondisi.

 

“Avtur menyumbang sekitar 40 persen dari struktur biaya penerbangan. Kalau harganya naik, tiket pasti ikut terdongkrak,” jelasnya.

 

Kenaikan harga tiket pesawat dipastikan berdampak pada pergerakan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Jika konflik berkepanjangan, penjualan industri pariwisata berpotensi terus melemah.

 

Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa sektor pariwisata sangat bergantung pada kelancaran mobilitas global. Timur Tengah selama ini menjadi jalur penghubung penting bagi wisatawan dari Eropa dan Amerika menuju Asia, termasuk Indonesia.

 

Penyesuaian rute penerbangan untuk menghindari wilayah konflik berpotensi meningkatkan biaya perjalanan sekaligus menekan minat wisatawan.

Padahal, sebelum konflik terjadi, kinerja pariwisata Indonesia menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 15,39 juta atau tumbuh 10,8 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan devisa mencapai 18,27 miliar dolar AS.

 

Wisatawan dari Eropa, Timur Tengah, dan Amerika menyumbang lebih dari 3,3 juta kunjungan atau sekitar 21,7 persen dari total wisman, dengan kontribusi devisa mencapai 34,7 persen.

 

Kementerian Pariwisata memperkirakan eskalasi konflik berpotensi mengurangi sekitar 4.700 hingga 5.500 kunjungan wisman per hari. Dampak ekonominya diperkirakan mencapai Rp157,9 miliar hingga Rp184,8 miliar per hari.

 

“Dampaknya tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga merembet ke sektor turunan seperti akomodasi, restoran, transportasi wisata, hingga pelaku UMKM di destinasi,” pungkas Widiyanti

Komentar:
Pandeglang
Himbauan
ePaper Edisi 30 Maret 2026
Berita Populer
04
SIM Keliling Tangerang Kota Jumat 27 Maret 2026

Pos Tangerang | 3 hari yang lalu

05
06
07
08
Pohon Tumbang Di Pondok Cabe Timpa Dua Kendaraan

TangselCity | 3 hari yang lalu

10
SIM Keliling Bekasi Jumat 27 Maret 2026

Nasional | 3 hari yang lalu

GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit