Kenali, 4 Gangguan Mental Terbanyak Pada Pria
JAKARTA - Psikiater yang juga dikenal sebagai ahli stimulasi otak, dr. Santi Yuliani, MSc, Sp. KJ mengatakan, hingga saat ini, gangguan mental pada pria belum menunjukkan angka nyata. Jumlah yang terdata, jauh lebih sedikit dibanding yang tidak terdeteksi.
Sebab, masih banyak pria yang menganggap tabu, untuk mengakses sarana kesehatan mental.
Apalagi, selama ini, kaum pria kerap dilekatkan pada stigma, bahwa laki-laki harus kuat, tidak boleh menangis, tidak boleh lemah, pantang curhat, dan pantang minta tolong.
"Hal-hal inilah yang membuat laki-laki enggan mengekspresikan suasana hatinya yang sebenarnya. Dia takut dan malu datang ke psikiater. Sehingga, memilih self treatment untuk memulihkan kondisi mentalnya," ujar Santi via laman Instagramnya, Kamis (3/11).
Menurutnya, ada empat jenis gangguan mental pada pria, yang cukup mendominasi. Berikut rinciannya:
1. Depresi
Depresi pada pria, antara lain ditandai oleh kehilangan energi, perubahan nafsu makan, gangguan tidur (bisa berlebihan, bisa juga kurang dari durasi tidur biasanya), penurunan libido dan kemampuan ereksi, penurunan kemampuan berkonsentrasi, ketidakmampuan membuat keputusan, tidak tenang, dan merasa tidak berguna.
2. Anxiety (Kecemasan)
Kecemasan dapat dicirikan oleh rasa khawatir atau takut berlebihan, panik, tegang, perasaan tidak nyaman, merasa selalu dalam bahaya, merasa gelisah atau tidak dapat duduk tenang, bicara berlebihan dan cepat, sulit fokus dan gampang teralih, takut hilang kendali, takut mati, takut gila, susah tidur, gampang kaget, dan sering mengalami sakit fisik.
3. Schizophrenia
Orang yang mengalami schizophrenia atau gangguan yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir, merasakan, dan berperilaku dengan baik dapat ditandai oleh halusinasi, waham/delusi, kekacauan dalam berpikir, dan kekacauan dalam berperilaku. Serta respons emosional yang ganjil, seperti ekspresi wajah dan nada bicara yang tidak sesuai dengan situasi.
4. Penyalahgunaan Zat
Mereka yang menyalahgunakan zat biasanya menggunakan halusinogen seperti lysergic acid diethylamide (LSD) phencyclidine; relaksan seperti ganja; stimulan macam dextroamphetamin, kokain, methamphetamine (sabu), amphetamin, dan flakka; serta opioid seperti morfin dan heroin.
Dapat disimpulkan, gangguan mental adalah penyakit medis, bukan penyakit moral. Sehingga, memiliki masalah mental tidak sama dengan lemah.
"Terbuka mengenai masalah mental, adalah bentuk perjuangan. Bukan kelemahan. Memiliki masalah mental, tidak meruntuhkan kelaki-lakian Anda," tutur Santi.
So, jangan segan berkonsultasi ke psikiater, jika Anda merasa memiliki masalah mental. Makin cepat tertangani, tentu akan semakin baik hasilnya.
Sumber berita rm.id :
https://rm.id/baca-berita/life-style/147084/kenali-4-gangguan-mental-terbanyak-pada-pria
Nasional | 8 jam yang lalu
Pos Tangerang | 19 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Galeri | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 8 jam yang lalu