TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Kenaikan Harga Tiket Pesawat Diprediksi Tekan Jumlah Penumpang, Ini Saran Pengamat

Reporter: Farhan
Editor: AY
Senin, 13 April 2026 | 11:19 WIB
Pesawat parkir di Bandara. Foto : Ist
Pesawat parkir di Bandara. Foto : Ist

JAKARTA – Kenaikan harga tiket pesawat domestik diperkirakan akan berdampak pada penurunan jumlah penumpang dalam waktu dekat. Hal ini dipicu oleh meningkatnya biaya operasional maskapai, terutama akibat lonjakan harga bahan bakar avtur di tengah konflik di Timur Tengah.

 

Pemerintah sebelumnya telah memberikan izin kepada maskapai untuk menaikkan tarif tiket sebesar 9–13 persen. Kebijakan tersebut diambil sebagai respons terhadap kenaikan harga avtur domestik yang terdampak krisis minyak global.

 

Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Revy Petragradia, menilai bahwa komponen biaya tambahan seperti admin fee dan distribusi tiket tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap harga akhir tiket.

 

“Admin fee mungkin ada pengaruh, tetapi tidak signifikan. Maskapai cenderung akan menyesuaikan pada base fare atau harga dasar,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

 

Menurut Revy, faktor utama yang mendorong kenaikan harga tiket adalah lonjakan harga avtur, yang kontribusinya bisa mencapai sekitar 40 persen dari total biaya operasional. Harga avtur sendiri disebut meningkat dari Rp13.656 menjadi Rp23.551 per liter.

 

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan insentif untuk menahan lonjakan tarif. Di antaranya adalah penetapan fuel surcharge hingga 38 persen, pemberlakuan pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) sebesar 11 persen, serta penghapusan bea masuk suku cadang pesawat menjadi nol persen.

 

Revy menjelaskan bahwa struktur harga tiket pesawat terdiri dari empat komponen utama, yaitu fuel surcharge, base fare, PPN, serta biaya operasional seperti airport tax.

 

Seiring kenaikan harga tiket, jumlah penumpang diproyeksikan akan mengalami penurunan sekitar 10–15 persen. Kondisi ini diperkirakan semakin terasa di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

 

“Dengan kenaikan tarif 9–13 persen, jumlah penumpang hampir pasti tertekan hingga 10–15 persen, apalagi kondisi ekonomi saat ini masih belum menentu,” jelasnya.

 

Ia juga menambahkan bahwa segmen perjalanan bisnis berpotensi terdampak, terutama akibat pembatasan perjalanan dinas oleh pemerintah. Sementara itu, pada periode libur panjang, masyarakat diperkirakan tetap bepergian, namun cenderung memilih destinasi jarak dekat untuk menekan biaya.

 

Dalam jangka menengah, tantangan utama bagi maskapai adalah menjaga efisiensi serta mengoptimalkan operasional di tengah tekanan biaya dan ketidakpastian global.

 

Sebagai solusi, Revy menyarankan maskapai untuk mengembangkan strategi bisnis yang lebih adaptif, salah satunya dengan mengintegrasikan layanan penerbangan dengan sektor pariwisata melalui paket perjalanan.

 

“Maskapai tidak hanya menjual tiket, tetapi juga bisa menggabungkannya dengan layanan hotel dan wisata dalam bentuk paket perjalanan agar lebih menarik dan efektif,” pungkasnya.

Komentar:
ePaper Edisi 13 April 2026
Berita Populer
02
Korban KDRT Dilaporkan Balik, DPRD Turun Tangan

TangselCity | 3 hari yang lalu

04
SIM Keliling Kota Tangsel Jumat 10 April 2026

TangselCity | 3 hari yang lalu

06
SIM Keliling Tangerang Kota Jumat 10 April 2026

Pos Tangerang | 3 hari yang lalu

07
Benyamin: 2027 Kita Masih Fokus Di Infrastruktur

TangselCity | 3 hari yang lalu

09
10
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit