TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Kendalikan Inflasi, Bapperida Kota Serang Susun Strategi 4K dan 6 Langkah Konkret

Reporter & Editor : Ari Supriadi
Kamis, 23 April 2026 | 15:42 WIB
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

SERANG - Inflasi di Kota Serang dalam lima tahun terakhir (2022-2026) mengalami fluktuasi yang relatif masih terkendali. Dihitung berdasarkan Year on Year (YoY) Maret 2022-Maret 2026, inflasi mengalami fluktuasi mulai dari 3,87 persen (2022), 5,37 persen (2023), 3,46 persen (2024), 0,25 persen (2025), dan 3,79 persen (2026). Untuk mengendalikan inflasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), menyusun Strategi 4K dan 6 Langkah Konkret.

 

Strategi 4K meliputi Keterjangkauan Harga, Komunikasi Efektif, Ketersediaan Pasokan, dan Kelancaran Distribusi. Kemudian untuk 6 Langkah Konkret meliputi operasi pasar murah, sidak dan pengawasan pasar dan distributor, kerja sama antar daerah, gerakan menanam, merealisasikan Belanja Tidak Terduga (BTT), dan dukungan transportasi dari APBD.

 

Kepala Bapperida Kota Serang, W. Hari Pamungkas mengungkapkan, pengendalian inflasi merupakan penerjemahan misi kelima Kota Serang “Mewujudkan Kehidupan Masyarakat yang Mandiri dan Berkeadilan” yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Dari misi tersebut pihaknya menyusun tujuan, sasaran, strategi, dan arah kebijakan.

 

“Untuk tujuan dari misi kelima ini adalah bagaimana meningkatnya kesejahteraan sosial yang layak dan berkeadilan, dengan sasaran menurunnya kemiskinan dan ketimpangan kesejahteraan masyarakat. Dari tujuan dan sasaran itu, kita kemudian menyusun strategi penguatan pengendalian inflasi daerah serta dua arah kebijakan, pertama melalui optimalisasi kerja sama dan kolaborasi antar pemerintah daerah dan

dunia usaha dalam pengembangan infrastruktur, logistik dan

distribusi barang, dan penguatan pengawasan dan pemantauan harga khususnya bahan pokok,” terang Hari, Rabu (22/4/2026).

 

Terkait dengan inflasi Maret 2026, ia menerangkan, berdasarkan kelompok pengeluaran bulan ke bulan (Month to Month/M to M)

dominan disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,64 persen dengan andil  sebesar 0,18 persen dan kelompok transportasi sebesar 0,92 persen dengan andil sebesar 0,11 persen.  Inflasi M to M di angka 0,31 persen, kemudian untuk inflasi tahun ke tahun (YoY) itu di angka 3,79 persen dan inflasi tahun kalender (Y to D) sebesar 0,87 persen.

 

“Pemerintah Kota Serang terus berupaya mengendalikan inflasi dengan berbagai kebijakan strategis agar sesuai dengan target dari pemerinta pusat, di mana sasaran inflasi yang ditetapkan oleh yaitu 2,5 persen dengan deviasi plus-minus 1 persen,” ungkap Hari.

 

Dalam rangka melakukan pengendalian inflasi, Pemkot Serang mengalokasikan anggaran Rp 31.796.341.400 yang tersebar di tujuh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan total 46 sub kegiatan. Ketujuh OPD tersebut yakni, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Dinkopukmperindag) Rp 7.200.152.200, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Rp 943.736.800, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Rp 20.805.560.000, Dinas Perhubungan Rp 1.464.435.000, Bapperida Rp 35.860.000, Sekretariat Daerah Rp 763.484.000, dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Rp 583.113.400.

 

Budi Rustandi Minta Kepala OPD Jaga Kenaikan Inflasi

Terpisah, Wali Kota Serang, Budi Rustandi menekankan pentingnya peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam meningkatkan perekonomian dan menjaga agar inflasi tidak meningkat. Kepala OPD terkait untuk terus memantau situasi dan melaporkan hasilnya secara langsung.

 

"Pemerintah Kota Serang terus berupaya mengendalikan inflasi seperti yang menjadi arahan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Gubernur Banten," kata Budi, usai menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, Kamis (23/4/2026) siang.

 

Kata dia, seperti yang disampaikan Gubernur Banten, Andra Soni, bahwa pertumbuhan ekonomi juga didukung oleh sektor belanja pemerintah, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Menurutnya, selain pengendalian inflasi penting juga upaya meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit