TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Panas Makkah Kian Terik, Jemaah Lansia Rentan Kelelahan

Oleh: M Rusmadi RM
Editor: AY
Selasa, 05 Mei 2026 | 08:43 WIB
Cuaca panas di Makkah. Foto : Ist
Cuaca panas di Makkah. Foto : Ist

MAKKAH - Cuaca ekstrem di Makkah dengan suhu yang menembus 36 derajat Celsius, bahkan mencapai 42 derajat Celsius pada siang hari, mulai menjadi tantangan serius dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026. Kondisi ini terutama berdampak pada jemaah lanjut usia (lansia) yang lebih rentan mengalami kelelahan hingga gangguan kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan.


Dalam dua hari terakhir, Sabtu (2/5/2026) dan Minggu (3/5/2026), sejumlah jemaah lansia dilaporkan tumbang dan nyaris pingsan usai menunaikan umrah wajib di Masjidil Haram. Kejadian tersebut terjadi saat mereka berjalan kaki menuju Terminal Jabal Ka’bah di bawah terik matahari menjelang tengah hari.


Gejala yang muncul diduga mengarah pada serangan panas (heatstroke), ditandai dengan tubuh lemas hingga penurunan kesadaran. Petugas Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji (PKPPJH) sigap memberikan bantuan di lokasi. Jemaah yang terdampak segera dipindahkan ke kursi roda, didinginkan, dan dibawa ke tempat yang lebih teduh untuk penanganan lanjutan.


Sementara itu, jemaah dengan kondisi kelelahan ringan ditangani dengan pemberian air minum serta asupan energi cepat seperti kurma sebelum mendapat perawatan lebih lanjut. Tak sedikit pula jemaah lansia yang terpaksa beristirahat di trotoar setelah berjalan di bawah terik matahari. Sebagian memilih tidak menggunakan kursi roda dan melanjutkan perjalanan setelah beristirahat sejenak.


Di tengah tantangan cuaca tersebut, pemerintah memastikan penyelenggaraan ibadah haji 2026 tetap berjalan lancar dan terkendali. Hingga Sabtu (2/5/2026), sebanyak 192 kelompok terbang (kloter) dengan total 74.652 jemaah dan 765 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah itu, 184 kloter dengan 71.362 jemaah dan 733 petugas telah tiba di Madinah.


Pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah juga berlangsung tertib di bawah pengawasan petugas di berbagai titik layanan. Pemerintah terus memastikan seluruh tahapan operasional berjalan sesuai rencana, meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang cukup menantang.


Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa hingga hari ke-13 operasional haji, seluruh proses berjalan baik dan menunjukkan peningkatan kualitas layanan.


Dari sisi kesehatan, secara kumulatif tercatat 6.823 jemaah menjalani rawat jalan. Sebanyak 117 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 141 jemaah dirawat di rumah sakit di Arab Saudi. Hingga saat ini, 59 jemaah masih menjalani perawatan.


Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah mengimbau jemaah, khususnya lansia, untuk membatasi aktivitas di luar ruangan pada jam-jam terik dan tidak memaksakan diri.

Adaptasi terhadap iklim panas dan kering di Tanah Suci menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi fisik, terutama menjelang puncak ibadah haji di Arafah.


Pemerintah juga memastikan penguatan layanan kesehatan serta pengawasan terhadap jemaah kelompok rentan terus dilakukan guna menjamin keselamatan dan kelancaran ibadah seluruh jemaah.


Tujuh Jemaah Wafat


Di tengah meningkatnya suhu udara, tujuh jemaah haji Indonesia dilaporkan wafat di Arab Saudi. Mayoritas penyebab kematian dipicu oleh serangan jantung dan radang paru-paru.


“Total jemaah yang wafat sebanyak tujuh orang. Kita doakan semoga husnul khatimah,” ujar Maria Assegaff.


Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan seluruh jemaah yang wafat akan mendapatkan hak badal haji. Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik, termasuk dalam penanganan kondisi darurat.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit