Bantah Isu Krisis 1998 Terulang, Purbaya: Ekonomi Masih Ekspansif
JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, membantah isu yang menyebut perekonomian Indonesia akan kembali terpuruk seperti krisis 1998. Ia menegaskan, hingga saat ini kondisi ekonomi nasional masih berada dalam fase ekspansi.
Menurut Purbaya, pihak-pihak yang menyebarkan kekhawatiran tersebut tidak didukung data yang akurat dan kurang memahami konteks krisis ekonomi 1997–1998.
“Mereka tidak punya data yang akurat. Sebagian bahkan belum mengalami langsung peristiwa 1997–1998, tetapi sudah membuat analisis. Mereka tidak melihat secara utuh apa yang terjadi saat itu,” ujar Purbaya.
Ia menjelaskan, pada periode 1998, krisis ekonomi berlangsung dalam tekanan resesi berkepanjangan yang berujung pada jatuhnya pemerintahan. Sementara kondisi saat ini, kata dia, jauh berbeda.
“Sekarang kita jauh dari kondisi resesi. Justru ekonomi masih dalam fase ekspansi, bahkan menunjukkan akselerasi,” tegasnya.
Dari sisi fiskal, Kementerian Keuangan mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp240,1 triliun hingga akhir Maret 2026, atau sekitar 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut masih berada dalam batas aman dan sesuai dengan desain APBN tahun berjalan.
Kinerja penerimaan negara juga menunjukkan tren positif. Penerimaan pajak tumbuh 20,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sementara belanja negara meningkat 31,4 persen yoy sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.
“Sepanjang tahun ini, defisit akan tetap kita jaga di bawah 3 persen, sesuai dengan kerangka APBN,” pungkas Purbaya.
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu






