TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Siomay dan Batagor Nyi Iteung BSD Tak Pernah Sepi Pembeli, Laris Manis sejak Belasan Tahun

Oleh: Emir MG
Editor: AY
Senin, 11 Mei 2026 | 13:53 WIB
Siomay dan batagor Nyi Iteung BSD. Foto : Emir MG
Siomay dan batagor Nyi Iteung BSD. Foto : Emir MG

BSD — Kuliner siomay dan batagor masih menjadi salah satu makanan favorit masyarakat. Di kawasan BSD, salah satu yang cukup dikenal warga adalah Siomay dan Batagor Nyi Iteung BSD yang telah berjualan selama lebih dari 15 tahun dan hingga kini tetap ramai diburu pelanggan.


Pemilik usaha, Tiar Maulana, mengatakan bahwa usaha siomay miliknya sudah berjalan lebih dari satu dekade. Sementara itu, menu batagor baru mulai dijual sekitar satu tahun terakhir.


“Kalau siomay sudah lebih dari 15 tahun. Untuk batagor baru sekitar setahunan,” ujar Tiar saat ditemui.


Menurut Tiar, menu siomay masih menjadi favorit utama pelanggan. Namun, untuk menu batagor, varian batagor kuah menjadi pilihan yang paling banyak diminati pembeli.
“Kalau yang paling favorit tetap siomay. Tapi kalau batagor biasanya yang kuah,” katanya.


Dalam sehari, penjualan siomay di tempat tersebut bisa mencapai ribuan biji. Tiar menyebut, jumlah penjualan siomay berkisar antara 3.000 hingga 4.000 biji per hari. Sementara itu, penjualan batagor saat akhir pekan dapat mencapai 100 hingga 150 porsi.


“Kalau siomay bisa sampai 3.000–4.000 biji sehari. Batagor kalau weekend sekitar 100 sampai 150 porsi,” jelasnya.
Selain melayani pembelian langsung di lokasi, pelanggan juga dapat melakukan pemesanan melalui WhatsApp dan layanan ojek online untuk memudahkan proses pengambilan pesanan.
“Biasanya pesan lewat WhatsApp, nanti di-pick up pakai gojek,” ujarnya.


Tiar menilai, cita rasa yang khas menjadi salah satu alasan pelanggan tetap setia membeli siomay dan batagor di tempatnya. Selain itu, harga yang masih terjangkau juga membuat kuliner tersebut diminati berbagai kalangan.
“Mungkin karena rasanya beda dari yang lain, terus harganya juga masih standar, sekitar Rp3.500,” katanya.


Untuk menjaga kualitas rasa, siomay biasanya sudah disiapkan sebagai stok harian, sedangkan batagor digoreng langsung saat ada pesanan agar tetap hangat dan renyah ketika disajikan.
“Kalau siomay memang sudah ready stok, tapi batagor digoreng langsung di tempat,” tambahnya.


Di akhir wawancara, Tiar mengajak masyarakat yang belum pernah mencoba untuk datang langsung dan menikmati menu andalan di tempat usahanya.


“Datang aja ke sini, cobain siomay sama batagornya,” tutupnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit