TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Aksi Nekat Agus Karena Sakit Hati Ditegur Paman

Pembongkaran Makam Ibu Kandung

Reporter: Idral Mahdi
Editor: Redaksi
Selasa, 12 Mei 2026 | 07:50 WIB
Sekretaris Kelurahan Muncul, Muhammad Ali saat menjelaskan kasus pembongkaran makam.
Sekretaris Kelurahan Muncul, Muhammad Ali saat menjelaskan kasus pembongkaran makam.

SETU-Fakta baru terungkap dalam kasus pembongkaran makam ibu kandung yang dilakukan seorang anak bernama Agus (25) di Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Sengkol, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu. Aksi nekat itu ternyata dipicu persoalan keluarga dan ucapan pamannya sendiri saat terjadi pertengkaran di rumah.

 

 Peristiwa pembongkaran makam yang sudah 30 tahun tersebut sempat menghebohkan warga karena Agus diketahui menggali makam ibu kandungnya sendiri pada Sabtu (9/5) malam.

 

 Sekretaris Kelurahan Muncul, Muhammad Ali menjelaskan, keributan bermula dari teguran soal kebersihan kamar yang ditempati Agus di rumah pamannya.

 

 “Masalah itu diawali dari internal keluarga. Mereka berdebat, saling tersinggung, sampai akhirnya keluar kata-kata yang kurang pantas dari pamannya,” ujar Ali di TPBU Sengkol, Senin (11/5) sore.

 

 Menurut Ali, Agus selama ini tinggal bersama pamannya karena telah menjadi yatim piatu sejak usia empat tahun. Sang paman diketahui merawat Agus sejak kecil hingga dewasa.

 

 Namun situasi memanas setelah Agus tidak terima ditegur terkait kondisi kamar tidurnya. Teguran itu kemudian berujung cekcok dengan istri pamannya. Melihat keributan tersebut, paman Agus ikut terpancing emosi hingga mengeluarkan ucapan bernada sindiran. “Pamannya sempat berkata, ‘Pergi saja dari rumah, sekalian bawa makam orang tuamu’,” kata Ali.

 

 Ucapan itu rupanya ditanggapi serius oleh Agus. Dalam kondisi emosi, ia langsung pergi menuju makam ibunya di TPU Sengkol dan mulai melakukan penggalian.

 

 Ali mengatakan, kejadian berlangsung sejak selepas Magrib hingga sekitar pukul 21.00 WIB. “Kejadian penggalian makam terjadi pada malam Sabtu, sekitar ba’da Magrib sampai jam sembilan malam. Sudah kami coba ajak bicara, tapi karena emosinya tinggi, dia tidak menghiraukan,” jelasnya.

 

 Petugas lingkungan bersama ketua RT, RW, tokoh masyarakat hingga pengurus makam sempat berupaya menghentikan aksi Agus. Bahkan aliran listrik di area makam sempat dipadamkan agar Agus menghentikan aksinya. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

 

 “Kami sempat sepakat meninggalkan dia agar lebih tenang. Tapi ketika kami kembali setengah jam kemudian, Agus sudah tidak ada di lokasi dan makam ibunya sudah digali sedalam sekitar 60 centimeter,” ungkap Ali.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit