TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Penerima MBG Tembus 61,9 Juta Orang, Qodari: Program Ini Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

Reporter & Editor : AY
Jumat, 15 Mei 2026 | 09:55 WIB
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari. Foto : Ist
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari. Foto : Ist

JAKARTA - Pemerintah mencatat program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga 12 Mei 2026, jumlah penerima manfaat MBG telah mencapai 61,99 juta orang atau sekitar 74,8 persen dari target nasional sebanyak 82,9 juta penerima tahun ini.


Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah dalam menjalankan program prioritas pemenuhan gizi bagi anak-anak Indonesia.


“Jutaan anak Indonesia kini sudah merasakan manfaat program MBG. Ini merupakan bentuk nyata kerja Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (14/5/2026).


Sejalan dengan meningkatnya jumlah penerima manfaat, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi juga terus bertambah dan kini mencapai 28.390 unit di berbagai daerah.


Dari total tersebut, sebanyak 15.735 unit atau sekitar 55,42 persen telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sebagai bagian dari upaya menjaga standar keamanan dan kualitas makanan yang didistribusikan.


Qodari menegaskan, pengelolaan program berskala nasional seperti MBG membutuhkan sistem pengawasan dan tata kelola yang kuat. Karena itu, Pemerintah terus melakukan penyempurnaan di seluruh lini pelaksanaan program, mulai dari perencanaan menu, pengawasan mitra SPPG, penerapan SOP higienitas, hingga mekanisme pelaporan dan evaluasi lapangan.


“Program sebesar MBG tentu membutuhkan perbaikan berkelanjutan. Karena itu, setiap masukan dari masyarakat menjadi perhatian Pemerintah demi memastikan program berjalan aman, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” katanya.


Tak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, program MBG juga dinilai memberi efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.


Mengacu pada hasil monitoring dan evaluasi Badan Pusat Statistik Januari 2026, sebanyak 85,6 persen pemasok bahan pangan untuk MBG mengalami peningkatan nilai penjualan secara signifikan sepanjang Januari hingga Oktober 2025.


Menurut Qodari, kondisi tersebut menunjukkan bahwa anggaran negara yang digelontorkan melalui program MBG ikut menggerakkan ekonomi riil dan langsung dirasakan pelaku usaha lokal.


“MBG bukan sekadar program sosial. Ini juga menjadi penggerak roda ekonomi rakyat. Dampaknya dirasakan petani, peternak, pelaku UMKM, hingga jasa boga yang masuk dalam rantai pasok pangan nasional,” jelasnya.


Dari sisi rumah tangga, program MBG juga membantu meringankan pengeluaran harian keluarga. Data BPS menunjukkan tingkat persetujuan masyarakat terhadap manfaat ekonomi program meningkat dari 73,6 persen menjadi 75,9 persen.


Efisiensi pengeluaran tersebut terjadi karena biaya makan siang anak yang sebelumnya ditanggung keluarga kini dapat dialihkan untuk kebutuhan rumah tangga lainnya.


Selain itu, program MBG juga dinilai membantu efisiensi waktu orang tua. Sebanyak 78,3 persen responden mengaku beban menyiapkan makan siang anak menjadi jauh berkurang dibanding awal pelaksanaan program.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit