TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Pendapatan Negara Naik, Defisit APBN Menyusut

Reporter: Farhan
Editor: AY
Rabu, 20 Mei 2026 | 10:05 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Foto : Ist
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Foto : Ist

JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga April 2026 turun menjadi Rp164,4 triliun atau setara 0,64 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).


Angka tersebut membaik dibanding posisi akhir Maret 2026 yang mencapai 0,93 persen terhadap PDB. Penurunan rasio defisit dinilai mencerminkan pengelolaan fiskal pemerintah yang tetap hati-hati di tengah upaya menjaga pertumbuhan ekonomi.


“Ini ada berita gembira. Realisasi sampai April 2026, defisit APBN tinggal Rp164,4 triliun atau 0,64 persen dari PDB,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (19/5).


Membaiknya defisit APBN didorong meningkatnya pendapatan negara sepanjang empat bulan pertama tahun ini. Hingga akhir April 2026, pendapatan negara tercatat mencapai Rp918,4 triliun atau tumbuh 13,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.


Kenaikan terjadi di seluruh komponen penerimaan negara. Penerimaan perpajakan mencapai Rp746,9 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan. Sementara Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) naik 11,6 persen menjadi Rp171,3 triliun.


Peningkatan penerimaan tersebut turut mendorong keseimbangan primer kembali surplus sebesar Rp28 triliun per April 2026. Posisi ini jauh membaik dibanding akhir Maret yang masih mengalami defisit Rp95,8 triliun.


Keseimbangan primer sendiri merupakan selisih antara pendapatan negara dan belanja negara di luar pembayaran bunga utang.
“Ke depan mungkin akan terus membaik,” lanjut Purbaya.


Meski keseimbangan primer sudah surplus, pemerintah memastikan belanja negara tetap dipercepat untuk menjaga daya beli masyarakat dan menopang pertumbuhan ekonomi.


Hingga April 2026, realisasi belanja negara mencapai Rp1.082,8 triliun atau tumbuh 34,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Belanja tersebut diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), subsidi dan kompensasi, serta bantuan sosial.


“Belanja pemerintah dipercepat supaya dampaknya ke ekonomi lebih signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya,” tutupnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit