Arsenal Akhiri Penantian 22 Tahun, Era Baru Kejayaan The Gunners Dimulai
INGGRIS - Arsenal akhirnya mengakhiri penantian panjang selama 22 tahun untuk kembali meraih gelar Liga Inggris. Kesuksesan ini menjadi bukti nyata dari proyek besar yang dibangun secara bertahap dan disempurnakan oleh sang pelatih, Mikel Arteta.
Kepastian gelar Premier League didapat Arsenal setelah pesaing terdekat mereka, Manchester City, gagal meraih kemenangan usai ditahan imbang AFC Bournemouth. Momen tersebut sekaligus menandai berakhirnya puasa gelar liga yang terakhir kali dirasakan The Gunners pada musim 2003/2004.
Perjalanan menuju kejayaan ini tidak terjadi secara instan. Fondasinya sudah mulai dibangun sejak era Arsène Wenger ketika Arsenal memutuskan pindah ke Emirates Stadium pada 2006. Namun setelah kepindahan itu, Arsenal justru menghadapi tantangan besar untuk bersaing dengan klub-klub kaya seperti Chelsea F.C. dan Manchester City.
Transformasi besar mulai terlihat ketika Stan Kroenke mengambil alih kendali penuh klub pada 2018. Sejak saat itu, Arsenal mulai membangun kembali identitas dan kekuatan tim secara lebih serius.
Penunjukan Mikel Arteta sebagai pelatih menjadi langkah penting dalam kebangkitan Arsenal. Meski sempat diragukan di awal masa kepemimpinannya, pelatih asal Spanyol itu perlahan mampu mengubah mentalitas dan gaya bermain tim, bahkan di tengah situasi sulit saat pandemi Covid-19.
Dukungan penuh dari Josh Kroenke juga menjadi faktor penting di balik keberhasilan Arsenal. Bersama direktur olahraga Edu Gaspar, Arsenal melakukan perekrutan pemain secara cerdas dan efektif untuk membangun skuad yang kompetitif.
Musim 2025/2026 menjadi puncak dari proses panjang tersebut. Dengan investasi besar yang mencapai hampir 300 juta euro untuk memperkuat tim, Arsenal mampu menjawab tekanan dengan performa konsisten sepanjang musim.
Kini, setelah beberapa musim hanya menjadi runner-up dan bahan ejekan rival, Arsenal berhasil membungkam semua kritik. The Gunners kembali berdiri sebagai kekuatan utama sepak bola Inggris dan tampil sebagai tim yang sulit dikalahkan.
Meski gelar Premier League sudah berada di tangan, perjalanan Arsenal musim ini belum berakhir. Fokus mereka kini tertuju pada final Liga Champions menghadapi Paris Saint-Germain F.C. pada 30 Mei mendatang.
Jika berhasil meraih kemenangan, Arsenal akan mencetak sejarah baru dengan meraih gelar Liga Champions pertama sekaligus menutup musim dengan prestasi double winners yang luar biasa.
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 11 jam yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu


