Prabowo Klaim Banyak Capaian dalam 19 Bulan Pemerintahan, Soroti Swasembada Pangan
JAWA TENGAH - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah capaian pemerintahannya setelah 19 bulan memimpin Indonesia sejak dilantik pada 20 Oktober 2024. Hal itu disampaikan saat menghadiri panen raya udang di Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah berhasil memperkuat ketahanan pangan nasional, termasuk mencapai swasembada untuk beberapa komoditas strategis.
“Alhamdulillah, dalam 19 bulan pemerintahan berjalan, banyak yang sudah kita capai. Sekarang kita sudah menuju swasembada pangan,” ujar Prabowo.
Ia menyebut Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras, jagung, serta protein hewani seperti telur dan ayam. Sementara itu, pemerintah masih terus mendorong peningkatan produksi daging nasional agar target swasembada daging dapat tercapai dalam empat hingga lima tahun ke depan.
“Beras sudah, jagung sudah, kemudian protein seperti telur dan ayam juga sudah kuat. Untuk daging memang masih kita kerjakan, mudah-mudahan empat sampai lima tahun lagi kita bisa swasembada daging,” katanya.
Prabowo juga menyinggung situasi global yang tengah diwarnai konflik dan perang di berbagai kawasan.
Menurutnya, Indonesia patut bersyukur karena masih berada dalam kondisi aman, namun tetap harus waspada dengan memperkuat sektor pertahanan dan ketahanan nasional.
“Di dunia sekarang banyak pertikaian dan perang. Kita bersyukur Indonesia tidak terlibat, tetapi kita tetap harus waspada dan memiliki kekuatan sendiri,” ujarnya.
Selain itu, Prabowo menegaskan komitmennya untuk menjaga dan mengelola kekayaan alam Indonesia secara mandiri agar manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat.
“Kekayaan bangsa harus kita kelola sendiri. Kita tidak ingin kekayaan Indonesia terus-menerus dimanfaatkan pihak tertentu atau negara lain,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945, yakni sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Karena itu, pemerintah berupaya menghentikan kebocoran kekayaan negara yang selama ini dinilai merugikan masyarakat.
“Indonesia sangat kaya, tetapi terlalu banyak kebocoran yang harus dihentikan. Saya bertekad bersama seluruh jajaran pemerintah untuk bekerja keras agar kekayaan negara benar-benar dinikmati seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya segelintir pihak,” pungkas Prabowo.
Pos Banten | 22 jam yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 11 jam yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu


