Bank Indonesia Luncurkan Qris 1.000 Masjid
TANGERANG SELATAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten bersama Bank Muamalat dan Dewan Masjid Indonesia kolaborasi dalam program QRIS 1.000 Masjid untuk dapat memperluas pemanfaatan transaksi digital hingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk lingkungan rumah ibadah.
Hal ini sejalan dengan arah Kebijakan Sistem Pembayaran dalam Blueprint Sistem pembayaran Indonesia 2030, bahwa inovasi dan perluasan akseptasi digital tidak hanya difokuskan pada sektor ritel, tetapi juga diperluas untuk mendukung integrasi ekonomi dan keuangan digital secara menyeluruh.
Kepala KPw BI Banten Ameriza M Moesa menjelaskan, launching ini diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam membangun ekosistern digital masjid.
"Tidak hanya sebagai pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai ruang yang inklusif, adaptif, dan produktif dalam mendorong peningkatan literasi keuangan digital, kemudahan transaksi, serta penguatan ekonomi umat secara berkelanjutan," ungkapnya usai launching dalam acara Shafara dan Digiwara 2026 di pusat perbelanjaan kawasan Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Minggu (24/5/2026).
Ketua Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Banten, KH. Bunyamin Hafidz mengatakan, masjid adalah pusat peradaban. Bukan hanya tempat ibadah atau spiritual tapi juga bagaimana bisa memakmurkan masjid dan dimakmurkan masjid.
"Kerja sama dengan UMKM, membuka ekonomi di sekitar masjid atau di halaman masjid. Sekarang sudah banyak di masjid-masjid seperti di Al Azhom dan juga di Masjid Al Bantani banyak UMKM. Kami Insyaallah punya komitmen dengan BI dan juga Bank Muamalat untuk bagaimana memakmurkan masjid dan dimakmurkan masjid. Dan melalui digitalisasi ini tentunya lebih transaparan," ujarnya.
Region Head Bank Muamalat Indonesia Jakarta West, Agung Bayu menambahkan, pihaknya memiliki tagline JAWARA KOTA (Jayakan Masjid, Warung, Toko dan sekitar). Jadi, dimulai dari masjid akan bergerak ekonomi yang ada di sekitar.
"Kami mendapat tugas agar memudahkan transaksi membangun masjid. Tentunya beramal tidak hanya melalui kotak amal, tapi bagaimana nanti memindahkan sampai ke rumah-rumah melalui digitalisasi, melalui mobile banking atau qris. Nanti kami akan buat paket menarik, mungkin dengan gantungan kunci atau gantungan motor yang dibagikan ke warga. Jadi lebih mudah, bisa di mana saja. Sebenarnya itu tujuannya supaya tidak harus menunggu ke masjid tapi dari rumah juga bisa bertransaksi qris," ungkapnya.
Di lokasi yang sama, Ketua Yayasan Masjid Raya Bintaro Jaya Tangerang Selatan, Prastowo M. Wibowo menjelaskan, sudah tujuh tahun pihaknya memberikan pemberdayan kepada masyarakat sekitar. Di samping program charity, juga memberikan pembiayaan tanpa riba.
"Dimulai dari 18 UMKM, sekarang sudah lebih dari 210 UMKM dengan perputaran di atas Rp 10 miliar. Jadi mereka pinjaman antara Rp 500.000 sampai dengan Rp 3 juta. Ini salah satu ikhtiar bahwa masjid tidak hanya sebahai baitul mal atau baitul dakwah tapi juga mengolah baitul mal secara transparan. Kita sudah audit lima tahun dengan WTP," katanya.(*)
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 16 jam yang lalu
Pos Banten | 15 jam yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu


