Mantan Menhan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu Wafat di Usia 76 Tahun, Bangsa Indonesia Berduka
JAKARTA – Kabar duka datang dari keluarga besar TNI dan bangsa Indonesia. Mantan Menteri Pertahanan RI periode 2014–2019, Ryamizard Ryacudu, meninggal dunia pada Minggu (31/5/2026) pukul 14.03 WIB di ruang Cardiac Intensive Care Unit (CICU) RSPAD Gatot Soebroto. Almarhum tutup usia pada umur 76 tahun.
Informasi yang diterima menyebutkan, setelah dinyatakan wafat, jenazah almarhum langsung dibawa menuju rumah duka di RSPAD untuk proses pemulasaraan. Rencana pemakaman dan rangkaian penghormatan terakhir masih menunggu keputusan keluarga.
Ryamizard Ryacudu lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 21 April 1950. Ia merupakan putra dari Musannif Ryacudu, seorang perwira TNI AD sekaligus pejuang kemerdekaan asal Lampung yang dikenal memiliki kontribusi besar dalam perjuangan bangsa.
Dalam kehidupan keluarga, Ryamizard merupakan menantu dari Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden RI sekaligus Panglima ABRI periode 1988–1993. Ia menikah dengan putri sulung Try Sutrisno, Nora Tristyana. Sementara itu, adiknya, Syamsurya Ryacudu, pernah menjabat sebagai Gubernur Lampung pada periode 2008–2009.
Karier militer Ryamizard terbilang gemilang. Namanya mulai dikenal luas saat dipercaya memimpin Kodam V/Brawijaya dan kemudian Kodam Jaya. Berkat berbagai prestasi dan kepemimpinannya, ia dipromosikan menjadi Panglima Kostrad pada periode 2000–2002.
Puncak kariernya di lingkungan TNI Angkatan Darat tercapai ketika ia menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada periode 2002–2005. Posisi tersebut menempatkannya sebagai salah satu tokoh militer paling berpengaruh pada masanya.
Pengabdian Ryamizard kepada negara berlanjut di bidang pemerintahan. Pada tahun 2014, Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, mempercayakannya untuk memimpin Kementerian Pertahanan dalam Kabinet Kerja. Jabatan tersebut diembannya hingga 2019.
Kepergian Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, prajurit TNI, serta masyarakat Indonesia. Sosoknya dikenang sebagai perwira yang tegas, nasionalis, dan memiliki dedikasi tinggi dalam menjaga kedaulatan serta pertahanan negara.
Selamat jalan, Jenderal. Jasa dan pengabdianmu akan selalu tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Opini | 1 hari yang lalu
Olahraga | 11 jam yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Lifestyle | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu


