TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Temui Prabowo, JK Siap Investasi Energi Hijau 2.000 MW untuk Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Reporter & Editor : AY
Kamis, 11 Juni 2026 | 19:44 WIB
Presiden Prabowo saat menerima mantan Wapres JK di Istana Negara. Foto : Ist
Presiden Prabowo saat menerima mantan Wapres JK di Istana Negara. Foto : Ist

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/6). Pertemuan tersebut membahas percepatan swasembada energi sebagai salah satu fondasi utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.


JK mengatakan dirinya telah mengajukan permohonan untuk bertemu Presiden beberapa hari sebelumnya. Dalam pertemuan itu, ia didampingi putranya, Solichin Kalla.


Menurut JK, salah satu agenda utama yang dibahas adalah kesiapan kelompok usaha yang dipimpinnya untuk berpartisipasi dalam pembangunan sektor energi nasional, khususnya energi ramah lingkungan atau energi hijau.


"Kita siap mendukung swasembada energi. Saat ini kami sudah membangun PLTA dengan kapasitas sekitar 1.500 megawatt. Ke depan, kami siap menambah pembangunan pembangkit hingga 2.000 megawatt, termasuk PLTA dan PLTG," ujar JK kepada wartawan usai pertemuan.


Ia menegaskan kebutuhan energi Indonesia akan terus meningkat seiring upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Karena itu, ketersediaan energi yang andal dan berkelanjutan menjadi faktor krusial bagi keberhasilan pembangunan nasional.


JK mengungkapkan, Presiden Prabowo menyambut positif rencana percepatan pembangunan sektor energi, terutama energi hijau yang dinilai memiliki nilai strategis bagi masa depan perekonomian Indonesia.


"Presiden mendukung percepatan pembangunan energi nasional, khususnya green energy. Energi yang kuat akan menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menuju target 8 persen," katanya.


Menurut JK, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, terutama melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

 

Pemanfaatan potensi tersebut diyakini dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung agenda transisi menuju energi bersih.


Selain isu energi, pertemuan antara Prabowo dan JK juga membahas sejumlah perkembangan global, termasuk berbagai upaya penyelesaian konflik dan perdamaian di sejumlah negara.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit