TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Singapura Masih Jadi Investor Asing Terbesar RI, Hong Kong Salip di Kuartal II 2026

Reporter & Editor : AY
Kamis, 16 Juli 2026 | 20:35 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani. Foto : Ist
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani. Foto : Ist

JAKARTA – Singapura kembali mempertahankan posisinya sebagai negara dengan investasi asing terbesar di Indonesia sepanjang semester I 2026. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat nilai investasi dari Negeri Singa mencapai US$ 8,8 miliar, mengungguli Hong Kong, Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan, Singapura masih menjadi penyumbang investasi asing terbesar di Indonesia selama satu dekade terakhir.


"Singapura dalam 10 tahun terakhir ini masih memegang perannya sebagai investor terbesar di Indonesia dengan nilai investasi kurang lebih US$ 8,8 miliar," ujar Rosan dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Kamis (16/7/2026).


Berdasarkan data BKPM, lima besar negara asal investasi asing di Indonesia pada semester I 2026 terdiri atas Singapura sebesar US$ 8,8 miliar, Hong Kong US$ 7,8 miliar, Tiongkok US$ 3,9 miliar, Jepang US$ 1,9 miliar, dan Amerika Serikat US$ 1,7 miliar.


Meski secara akumulasi semester pertama Singapura masih berada di posisi teratas, Rosan mengungkapkan adanya perubahan peta investasi pada kuartal II 2026. Untuk periode April–Juni, Hong Kong berhasil menjadi investor asing terbesar dengan nilai investasi sekitar US$ 5 miliar, disusul Singapura, Tiongkok, Jepang, dan Malaysia.


"Memang terjadi sedikit pergeseran pada kuartal kedua. Investor terbesar kita justru Hong Kong dengan investasi sekitar US$ 5 miliar. Namun, secara keseluruhan semester pertama, Singapura masih menempati posisi teratas," jelasnya.


Rosan menilai tingginya minat investasi dari berbagai negara mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, di tengah ketidakpastian global akibat dinamika geopolitik dan geoekonomi.


Kepercayaan tersebut, lanjutnya, tercermin dari realisasi investasi nasional yang mencapai Rp1.010,6 triliun sepanjang semester I 2026. Angka tersebut tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan telah mencapai 49,5 persen dari target investasi nasional tahun 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.


"Realisasi investasi pada semester pertama 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan. Capaian ini sudah memenuhi 49,5 persen dari target investasi nasional tahun ini," kata Rosan.


Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal positif bahwa Indonesia masih menjadi salah satu tujuan utama investasi di kawasan, sekaligus memperkuat optimisme pemerintah untuk mencapai target investasi hingga akhir 2026.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit