TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Harga Pertamax Naik, Seskab: Pertamax Indonesia Masih Salah Satu yang Termurah di Dunia

Reporter & Editor : AY
Senin, 15 Juni 2026 | 09:46 WIB
Ikustrasi. Foto : Ist
Ikustrasi. Foto : Ist

JAKARTA - Pemerintah menegaskan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dilakukan mengikuti lonjakan harga minyak dunia. Meski mengalami penyesuaian, harga Pertamax di Indonesia disebut masih lebih rendah dibandingkan BBM dengan oktan setara di sejumlah negara.


Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Pertamax yang termasuk kategori BBM nonsubsidi memang mengikuti mekanisme harga pasar global.


“Walaupun mengalami kenaikan, harga Pertamax di Indonesia masih lebih murah dibandingkan BBM RON 92 dan RON 95 di berbagai negara,” ujar Teddy.


Mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green (RON 95) mengalami penyesuaian dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Pemerintah mencatat harga BBM dengan spesifikasi serupa di beberapa negara masih berada di atas Indonesia, seperti Filipina, Thailand, Myanmar, Laos, hingga Singapura.


Teddy menjelaskan, lonjakan harga minyak dunia sejak Maret 2026 membuat biaya penyediaan energi meningkat. Pemerintah sebelumnya telah menahan penyesuaian harga selama beberapa bulan untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi.


Meski demikian, pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tetap tidak berubah. Harga Pertalite dipertahankan di Rp10.000 per liter dan Solar subsidi tetap Rp6.800 per liter.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden agar perlindungan terhadap masyarakat tetap berjalan di tengah tekanan harga energi global.


Sementara itu, Pertamina menyatakan penyesuaian harga dilakukan melalui evaluasi berkala sesuai formula yang berlaku. Langkah tersebut disebut untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi sekaligus menjaga kualitas layanan.


Di sisi lain, Dewan Energi Nasional menilai penyesuaian harga BBM nonsubsidi diperlukan agar beban fiskal negara tidak terus meningkat akibat selisih harga keekonomian yang terlalu besar.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit