TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

IHSG dan Rupiah Menguat, Kepercayaan Investor ke Indonesia Meningkat

Reporter & Editor : AY
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:16 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

JAKARTA - Kepercayaan investor terhadap Indonesia menunjukkan tren positif seiring penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dinilai menjadi sinyal membaiknya sentimen pasar terhadap perekonomian nasional.


Pada penutupan perdagangan Senin (15/6/2026), IHSG menguat 247,31 poin atau 4,12 persen ke level 6.254,97. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di zona hijau pada rentang 6.118–6.345. Sementara itu, rupiah turut menguat 0,38 persen ke posisi Rp17.713 per dolar AS.


Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, menilai penguatan yang terjadi dalam waktu singkat tersebut mencerminkan meningkatnya optimisme investor terhadap Indonesia.


Menurut Rosan, tren positif ini tidak lepas dari langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi, memperbaiki sentimen pasar, serta memperkuat komunikasi dengan investor global.


Danantara juga telah melakukan rangkaian safari ekonomi ke sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Singapura, dan Hong Kong. Dalam agenda tersebut, pihaknya bertemu dengan 122 investor yang memberikan respons positif terhadap paparan mengenai prospek ekonomi Indonesia dan arah kebijakan investasi nasional.


“Investor melihat Indonesia mampu merespons berbagai tantangan secara tepat dan menjaga momentum pertumbuhan,” ujar Rosan.


Ia menilai tekanan yang sempat terjadi di pasar keuangan lebih banyak dipengaruhi faktor persepsi dibanding fundamental ekonomi. Seiring membaiknya kepercayaan pasar, penguatan kembali terlihat di berbagai instrumen keuangan domestik.


Meski demikian, Rosan mengingatkan bahwa fluktuasi jangka pendek tetap menjadi bagian yang wajar dari dinamika pasar modal. Menurutnya, yang terpenting adalah menjaga transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi agar kepercayaan investor terus meningkat.


Head of Research sekaligus Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menilai penguatan IHSG saat ini masih dipengaruhi faktor technical rebound. Namun demikian, kondisi tersebut juga didukung membaiknya sejumlah indikator fundamental.


Rully menyebut sentimen positif mulai kembali setelah kebijakan moneter Bank Indonesia dinilai lebih tegas dan ketegangan geopolitik global mulai mereda. Stabilitas rupiah dan pasar obligasi domestik pun ikut terjaga.


Menurutnya, arah pergerakan IHSG ke depan akan sangat dipengaruhi oleh stabilitas nilai tukar rupiah serta perkembangan imbal hasil obligasi pemerintah. Jika kondisi ini tetap terjaga, peluang masuknya kembali aliran modal asing ke pasar saham dan obligasi semakin terbuka.


Sementara itu, Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede, mengingatkan bahwa penguatan rupiah tidak cukup hanya mengandalkan kenaikan suku bunga. Diperlukan koordinasi kebijakan yang kuat antara Bank Indonesia dan pemerintah, disiplin fiskal, serta kepastian arah kebijakan untuk menjaga kepercayaan pasar.


Jika faktor-faktor tersebut berjalan konsisten, stabilitas rupiah dan optimisme investor terhadap ekonomi Indonesia berpotensi terus menguat.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit