Presiden Prabowo Batalkan Kunjungan ke Rusia, Fokus Benahi Agenda Dalam Negeri
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto membatalkan agenda kunjungan kerja ke Rusia dan memilih memusatkan perhatian pada sejumlah program strategis di dalam negeri.
Keputusan tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026).
“Presiden memiliki pertimbangan tersendiri karena masih banyak agenda penting di dalam negeri yang perlu difokuskan dan diselesaikan,” ujar Prasetyo.
Sebelumnya, Prabowo dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan 35 Tahun Kemitraan ASEAN–Rusia di Kazan pada 17–18 Juni 2026. Forum itu dipimpin Presiden Rusia Vladimir Putin.
Prasetyo menegaskan, batalnya kunjungan tersebut tidak memengaruhi hubungan bilateral Indonesia dan Rusia. Menurutnya, komunikasi kedua negara tetap berjalan intensif melalui berbagai pertemuan tingkat tinggi.
“Presiden sebelumnya juga telah bertemu Presiden Putin dan membahas banyak hal terkait hubungan kedua negara,” katanya.
Ia menambahkan, berbagai komitmen kerja sama yang telah disepakati kini memasuki tahap tindak lanjut teknis oleh kementerian dan lembaga terkait.
Sebagai representasi Indonesia di forum tersebut, pemerintah mengutus Menteri Luar Negeri Sugiono yang telah tiba di Rusia sejak Selasa (16/6/2026).
Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl, mengatakan kehadiran Menlu menunjukkan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kemitraan dengan Rusia, baik secara bilateral maupun dalam kerangka ASEAN.
Indonesia juga akan mendorong kerja sama yang mendukung perdamaian global serta memperkuat kolaborasi di bidang ketahanan pangan, energi, dan integrasi ekonomi kawasan.
Di tengah pembatalan kunjungan itu, Presiden tetap aktif menggelar sejumlah rapat strategis. Pada Rabu (17/6), Prabowo memanggil jajaran Kementerian Haji dan Tim Pengawas Haji untuk mengevaluasi pelaksanaan ibadah haji 2026.
Sehari berikutnya, Presiden mengadakan rapat bersama Menteri Pertanian, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Wakil Menteri Keuangan, serta jajaran Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) guna membahas arah kebijakan ekonomi nasional.
Pakar Hubungan Internasional Universitas Paramadina, Mohammad Riza Widyarsa, menilai keputusan Presiden tidak menghadiri KTT ASEAN–Rusia tidak akan berdampak besar terhadap posisi Indonesia karena keterwakilan tetap dijalankan melalui Menteri Luar Negeri.
“Selama Indonesia tetap mengirimkan delegasi resmi, kepentingan nasional tetap terwakili,” ujarnya.
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
TangselCity | 14 jam yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu




