PKB Soroti Sikap Politik PDIP, Aryo Seno Tegaskan Posisi “Partai Penyeimbang”
JAKARTA — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI menyoroti sikap politik PDI Perjuangan (PDIP) yang dinilai masih belum tegas dalam menyikapi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka. PKB meminta PDIP untuk memperjelas posisi, apakah berada di dalam atau di luar pemerintahan.
Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid menilai PDIP terkesan mengambil posisi “abu-abu” dengan menyebut diri sebagai partai penyeimbang. Menurutnya, sikap politik semestinya lebih tegas agar tidak menimbulkan tafsir ganda di publik.
“Kalau memang ingin berada di luar pemerintah, silakan. Tetapi jangan bersikap abu-abu,” kata Jazilul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/6/2026).
Menanggapi hal itu, Juru Bicara PDIP Aryo Seno Bagaskoro menegaskan bahwa partainya telah memiliki sikap politik yang jelas, yakni sebagai partai penyeimbang yang berada di luar pemerintahan.
Menurut Seno, posisi tersebut diambil karena mayoritas partai di parlemen berada dalam koalisi pendukung pemerintah, sehingga diperlukan kekuatan yang menjalankan fungsi kontrol dan keseimbangan.
“Kami sudah clear. PDIP mengambil posisi sebagai partai penyeimbang di luar pemerintahan untuk menjaga mekanisme checks and balances,” ujar Seno kepada Redaksi, Jumat (19/6/2026).
Ia juga menegaskan bahwa dalam sistem presidensial Indonesia tidak dikenal istilah oposisi secara formal seperti dalam sistem parlementer.
“Tidak ada istilah oposisi dalam sistem presidensial. Yang ada adalah fungsi kontrol dan keseimbangan dalam demokrasi,” jelasnya.
Seno menambahkan, PDIP tetap akan bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat, namun tetap mendukung program yang dianggap positif.
“Sejak awal kami mendukung gagasan yang produktif, tetapi tetap akan memberikan catatan kritis berbasis data dan konstitusi,” katanya.
Terkait tudingan bahwa PDIP berada di balik sejumlah aksi demonstrasi masyarakat sipil, Seno membantah keras hal tersebut. Ia menyebut tuduhan itu tidak berdasar dan tidak sesuai dengan rekam jejak politik PDIP.
“Itu bukan gaya kami. PDIP selalu bersikap terbuka, bukan bermain di belakang,” tegasnya.
Pengamat politik dari Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai posisi PDIP sebagai partai penyeimbang merupakan pilihan politik yang sah dalam sistem demokrasi Indonesia. Namun, ia menyebut sebagian publik masih berharap PDIP mengambil peran sebagai oposisi yang lebih tegas.
“PDIP punya DNA oposisi yang kuat dan selama ini dikenal kritis,” ujarnya.
Kalau mau, saya juga bisa:
TangselCity | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu




