TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Realisasi Investasi Kota Tangerang Triwulan Pertama Sentuh Rp 5,45 Triliun

Reporter & Editor : Redaksi
Jumat, 26 Juni 2026 | 09:15 WIB
BIMTEK. Susana kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diikuti sekitar 105 pelaku usaha dari berbagai sektor di Aula Al-Amanah Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang, Kamis (25/6).
BIMTEK. Susana kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diikuti sekitar 105 pelaku usaha dari berbagai sektor di Aula Al-Amanah Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang, Kamis (25/6).

TANGERANG - Realisasi investasi di Kota Tangerang pada triwulan I 2026 mencapai Rp 5,45 triliun dan berhasil menyerap 11.632 tenaga kerja. Capaian tersebut menjadi modal positif bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk menjaga pertumbuhan investasi di tengah tantangan perekonomian global.

 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang, Sugihharto Achamad Bagdja mengatakan, raihan ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kota Tangerang yang tetap kondusif.

 

“Pada triwulan pertama tahun 2026, Alhamdulillah pencapaian investasi sudah Rp 5,45 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 11.632 orang. Kami berharap pada triwulan berikutnya tren positif itu dapat terus berlanjut meskipun kondisi ekonomi global masih penuh tantangan,” ujar Sugihharto di sela kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diikuti sekitar 105 pelaku usaha dari berbagai sektor di Aula Al-Amanah Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang, Kamis (25/6).

 

 

Menurutnya, perolehan tersebut melanjutkan kinerja investasi Kota Tangerang sepanjang 2025 yang melampaui target. Dari target investasi sebesar Rp 15,11 triliun, realisasinya Rp 22,54 triliun atau setara 149 persen dari target yang ditetapkan.

 

Untuk mempertahankan pertumbuhan investasi, DPMPTSP Kota Tangerang terus mendorong pelaku usaha agar tertib menyampaikan LKPM. Pelaporan tersebut dinilai penting sebagai instrumen pengawasan dan evaluasi perkembangan investasi di daerah.

 

Dalam Bimtek, DPMPTSP Kota Tangerang juga menyosialisasikan penerapan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 yang mengacu pada Peraturan Badan Pusat Statistik (BPS) Nomor 7 Tahun 2025. 

 

“Ada sejumlah perubahan dan penambahan klasifikasi usaha. Melalui sosialisasi ini kami ingin memastikan pelaku usaha memahami ketentuan terbaru supaya proses investasi tetap berjalan lancar,” kata pria yang kerap disapa Ugi ini.

 

Selain perusahaan skala menengah dan besar, tahun 2026 DPMPTSP Kota Tangerang pun mulai memperluas pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang kini memiliki kewajiban menyampaikan LKPM secara berkala setiap semester. 

 

 

Ugi menegaskan, pemerintah daerah terus memperkuat kemudahan berusaha melalui pelayanan perizinan yang terintegrasi dan berbasis digital.

 

Seluruh proses perizinan sekarang telah terhubung secara daring melalui DPMPTSP Kota Tangerang dengan dukungan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis. 

 

“Kami terus berkoordinasi dengan OPD terkait untuk memastikan tidak ada hambatan dalam proses perizinan maupun investasi. Jika ada kendala yang dihadapi investor, kami segera melakukan koordinasi untuk mencari solusi bersama,” ucapnya.

 

Sementara, Wali Kota Tangerang, Sachrudin menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan kompetitif melalui peningkatan kualitas pelayanan publik serta kemudahan perizinan.

 

Menurut Sachrudin, investasi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kita terus mendorong seluruh perangkat daerah yang menangani perizinan agar memberikan pelayanan yang cepat, mudah dan responsif. Bahkan jika diperlukan, pelayanan dilakukan dengan pendekatan jemput bola untuk memudahkan masyarakat dan pelaku usaha,” jelasnya.

 

Dirinya menilai Kota Tangerang memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi daya tarik investor, mulai dari letak geografis yang strategis, keberadaan Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai pintu gerbang Indonesia, hingga dukungan infrastruktur dan konektivitas yang terus berkembang.(net/mde/cmb/bnn)

 

 

 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit