TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Cape Verde Tak Gentar Hadapi Argentina, Si Kuda Hitam Siap Lanjutkan Dongeng Piala Dunia 2026

Reporter & Editor : AY
Senin, 29 Juni 2026 | 06:46 WIB
Timnas zcape Verde di Piala Dunia 2026. Foto : Ist
Timnas zcape Verde di Piala Dunia 2026. Foto : Ist

AS - Cape Verde menolak berhenti bermimpi. Negara kepulauan kecil di lepas pantai barat Afrika itu kini bersiap menghadapi tantangan terbesar mereka: Argentina di babak 32 besar Piala Dunia 2026.


Berstatus debutan, Cape Verde sudah menciptakan kisah yang mencuri perhatian dunia. Dengan jumlah penduduk hanya sekitar 525 ribu jiwa, mereka menjadi negara dengan populasi terkecil yang berhasil menembus fase gugur Piala Dunia.


Kepastian lolos didapat setelah Cape Verde bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi pada laga terakhir Grup H. Hasil tersebut mengantar Blue Sharks finis sebagai runner-up grup dan menjaga asa mereka tetap hidup.


Perjalanan mereka pun jauh dari kata kebetulan. Cape Verde membuka turnamen dengan menahan imbang Spanyol 0-0, lalu kembali menunjukkan daya juang saat bermain 2-2 melawan Uruguay, sebelum menutup fase grup dengan hasil 0-0 atas Arab Saudi.


“Kami memang kecil. Tapi kami punya hati yang besar dan kami adalah para pejuang,” ujar kiper veteran Vozinha.
Pencapaian ini terasa semakin bersejarah karena Cape Verde menjadi tim debutan pertama yang mampu melaju ke fase gugur sejak Slovakia pada Piala Dunia 2010.


“Mungkin banyak orang meremehkan kami. Tapi kami memiliki kualitas dan banyak pemain kami bermain di liga-liga terbaik,” tambah Vozinha yang tampil solid sepanjang fase grup.


Kini tantangan sesungguhnya menanti. Cape Verde dijadwalkan menghadapi Argentina pada babak 32 besar, Sabtu (4/7/2026) pukul 05.00 WIB.


Meski di atas kertas tidak diunggulkan, skuad asuhan Bubista datang tanpa tekanan. Justru situasi itu menjadi kekuatan mereka.


“Kami bangga bisa menghadapi Argentina. Banyak masyarakat Cape Verde yang merantau ke sana. Mereka punya banyak pemain hebat, bukan hanya Lionel Messi,” ujar Bubista.
“Kami negara kecil, tapi kami akan terus berjuang. Dalam sepak bola, tidak ada yang mustahil.”


Cape Verde mungkin datang sebagai tim dengan populasi terkecil di turnamen ini. Namun mereka sudah membuktikan bahwa mimpi besar tidak pernah ditentukan oleh ukuran sebuah negara.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit