Pemkot Sudah Alokasikan Anggaran Seragam Sekolah Gratis
Prioritas Untuk Siswa Baru Keluarga Tak Mampu
CIPUTAT-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) sudah mengalokasikan anggaran program seragam sekolah gratis untuk siswa SD Negeri dan SMP Negeri. Penyaluran dilakukan bertahap dengan memprioritaskan siswa baru dari keluarga kurang mampu.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie memastikan, anggaran untuk program seragam sekolah gratis telah dialokasikan. Saat ini Pemkot masih menyusun mekanisme penyaluran sambil menunggu rampungnya proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
"Anggarannya sudah kami alokasikan. Sekarang tinggal menyusun mekanisme teknis penyalurannya. Distribusinya akan disesuaikan dengan jumlah siswa baru di masing-masing sekolah setelah proses penerimaan selesai," ujar Benyamin, Rabu (1/7).
Menurut Benyamin, pada tahap awal program tersebut belum diberikan kepada seluruh peserta didik baru. Pemkot memilih memprioritaskan keluarga yang masuk kelompok ekonomi terbawah, yakni desil 1 dan desil 2 dalam data kesejahteraan pemerintah.
"Kami dahulukan masyarakat yang masuk desil 1 dan desil 2. Kalau nanti kemampuan anggarannya masih mencukupi, tentu cakupannya akan diperluas. Yang menjadi prioritas saat ini adalah masyarakat yang benar-benar kurang mampu," tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Tangsel, Deden Deni mengatakan, penerima bantuan seragam gratis akan melalui proses verifikasi agar bantuan tidak salah sasaran.
Menurut Deden, status penerima tidak hanya mengacu pada jalur afirmasi atau kepemilikan Program Indonesia Pintar (PIP), tetapi juga akan disesuaikan dengan hasil validasi data di lapangan.
"Untuk saat ini memang diprioritaskan bagi siswa dari keluarga tidak mampu. Program ini dilakukan secara bertahap, sehingga ke depan diharapkan bisa menjangkau seluruh siswa baru," kata Deden saat dihubungi, Rabu (1/7).
Ia menjelaskan, Dikbud akan mencocokkan dan memvalidasi data calon penerima sebelum bantuan disalurkan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program benar-benar diterima oleh siswa yang paling membutuhkan.
"Kami akan melakukan validasi ulang terhadap data penerima. Tidak semua siswa yang memiliki PIP otomatis masuk kategori kurang mampu. Karena itu datanya akan kami cek kembali agar bantuan ini tepat sasaran," pungkasnya.(rmn)
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Lifestyle | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu






