Main di Ketinggian Azteca, Timnas Inggris Disebut Bisa Manfaatkan Sildenafil, Benarkah?
MEKSIKO – Timnas Inggris menghadapi tantangan berbeda saat berjumpa Meksiko pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Duel yang digelar di Stadion Azteca, Mexico City, berlangsung pada ketinggian sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut, kondisi yang kerap menjadi kendala bagi tim tamu karena kadar oksigen lebih rendah.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, sebelumnya mengakui timnya memiliki waktu yang sangat terbatas untuk beradaptasi dengan kondisi geografis Mexico City setelah memastikan tiket ke fase gugur usai menundukkan RD Kongo 2-1.
Menjelang laga tersebut, kembali muncul pembahasan mengenai sildenafil, obat yang lebih dikenal dengan nama dagang Viagra. Obat ini tidak masuk dalam daftar zat terlarang World Anti-Doping Agency (WADA), sehingga penggunaannya tidak melanggar aturan antidoping. Meski begitu, hingga kini tidak ada indikasi ataupun rencana bahwa para pemain Inggris akan menggunakannya.
Sildenafil awalnya dikembangkan untuk membantu menangani hipertensi, termasuk hipertensi arteri pulmonal. Cara kerjanya adalah melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah dan distribusi oksigen menjadi lebih baik. Karena mekanisme tersebut, obat ini sempat dikaji sebagai salah satu cara membantu tubuh beradaptasi saat berada di dataran tinggi.
Namun, hasil penelitian menunjukkan manfaatnya tidak selalu signifikan. Studi yang dipublikasikan WADA pada 2015 menemukan sildenafil hanya berpotensi meningkatkan performa sebagian atlet ketika beraktivitas di ketinggian ekstrem, yakni di atas 3.800 meter. Pada ketinggian yang lebih rendah, seperti Stadion Azteca, efek peningkatan performanya dinilai sangat terbatas.
Penggunaan sildenafil dalam dunia sepak bola juga pernah menjadi sorotan. Pada 2019, klub Argentina Union de Santa Fe dikabarkan memanfaatkannya saat bertanding di Quito, Ekuador, yang berada di ketinggian sekitar 2.850 meter.
Isu serupa juga sempat mencuat menjelang Piala Dunia 2010 ketika Timnas Inggris masih ditangani Fabio Capello. Saat itu beredar kabar skuad The Three Lions mempertimbangkan penggunaan Viagra untuk menghadapi pertandingan di dataran tinggi Afrika Selatan. Namun, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) langsung membantah laporan tersebut dan menegaskan tidak pernah ada rencana memberikan obat itu kepada para pemain selama turnamen berlangsung.
Pos Banten | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu






