Perkuat Sport Lifestyle dan Komunitas Inklusif di Tangerang Selatan, Loka Padel BSD Gelar “Loka Battleground Mini Tourney Vol. 1”
BSD - Olahraga padel terus memperluas pasarnya di Indonesia, tidak hanya sebagai tren gaya hidup sehat, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial yang inklusif. Di Tangerang Selatan, Banten, upaya pengenalan cabang olahraga yang menggabungkan unsur tenis dan skuas ini mulai diarahkan untuk membangun komunitas yang ramah keluarga sekaligus ramah disabilitas.
Hal itu mengemuka dalam turnamen mini bertajuk ”Loka Battleground Mini Tourney Vol. 1” yang digelar di Loka Padel BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (4/7/2026). Kompetisi yang diperuntukkan bagi kategori pria (Men Fix Partner) kelas pemula ini diikuti oleh 16 pasangan peserta yang menyisihkan sedikitnya 40 tim pendaftar.
Uniknya, turnamen ini melintasi batas usia yang cukup lebar. Pemain termuda tercatat berusia 21 tahun, sementara pemain paling senior menginjak usia 49 tahun. Fenomena ini menegaskan karakteristik padel sebagai olahraga lintas generasi yang mudah diakses oleh berbagai tingkat kemahiran.
Ruang inklusif
Lebih dari sekadar mengejar prestasi di dalam lapangan, ajang ini juga menandai kolaborasi sosial antara pengelola fasilitas olahraga dan komunitas disabilitas. Loka Padel BSD menggandeng Koptul (Kopi Tuli), sebuah unit usaha yang dikelola oleh teman tuli, untuk menyediakan konsumsi sekaligus membuka ruang inklusi sosial di area pertandingan.
Manajer Operasional Loka Padel BSD, Ahmad Ferizqo menyampaikan bahwa olahraga pada hakikatnya harus mampu menjadi ruang pertemuan yang memberikan kesempatan setara bagi semua orang. Melalui kerja sama ini, kedepannya akan dirancang sejumlah program lanjutan, seperti lokakarya bahasa isyarat serta kegiatan komunitas peduli disabilitas lainnya.

Foto : Ist
”Kami ingin menghadirkan padel sebagai olahraga yang tidak hanya seru dan kompetitif, tetapi juga inklusif, ramah keluarga, dan menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat. Kolaborasi dengan Koptul menjadi langkah awal kami membangun ruang olahraga yang lebih peduli terhadap komunitas disabilitas,” ujar manajer operasional Loka Padel BSD tersebut.
Suasana inklusif dan ramah keluarga juga tampak dari hadirnya fasilitas kids corner untuk anak-anak peserta serta pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner dari warga sekitar. Langkah ini diambil guna memberikan dampak ekonomi langsung bagi ekosistem lokal di sekitar fasilitas olahraga.
Potensi daerah
Perkembangan olahraga baru ini turut mendapat perhatian dari otoritas olahraga daerah. Hadir memantau jalannya pertandingan, perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tangerang Selatan Maheksa Akni serta Ketua Perbasi Tangerang Selatan Hisyam Diah. Kehadiran mereka menegaskan adanya potensi pengembangan padel sebagai cabang olahraga prestasi baru di wilayah Tangsel.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut, pengelola telah menyiapkan peta jalan kompetisi yang berkelanjutan. Pada Sabtu (11/7/2026) mendatang, turnamen akan dilanjutkan untuk kategori ganda campuran (Couple/Fix Mix).
Target perluasan pasar juga mulai dibidik ke segmen usia dini. Pada September 2026, direncanakan sebuah turnamen besar yang melibatkan pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA di seluruh Tangerang Selatan. Pengenalan sejak usia 10 tahun dinilai krusial agar daerah memiliki basis atlet muda yang siap berlatih dan berkompetisi sejak dini demi mendukung budaya sport lifestyle yang kuat di Tangerang Selatan.
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 13 jam yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Internasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu






