Jadi Daerah Paling Inovatif, Mahasiswa STISIP Banten Raya Belajar Praktik Tata Kelola Pemerintahan di Wonogiri
WONOGIRI - Dalam rangka bagian dari proses akademik, ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Banten Raya melaksanakan kegiatan Studi Luar Kampus ke Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Senin (6/7/2026). Kabupaten Wonogiri dipilih sebagai tujuan Studi Luar Kampus karena daerah yang dikenal dengan Waduk Gajah Mungkur ini memiliki berbagai inovasi serta keberhasilan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Wakil Ketua I STISIP Banten Raya Bidang Akademik, Asep Muslim menjelaskan, Studi Luar Kampus merupakan agenda tahunan yang bertujuan memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada mahasiswa melalui observasi terhadap praktik pemerintahan di daerah.
“Kunjungan kami ke Wonogiri untuk belajar terkait inovasi daerah dan menjadi bekal bagi mahasiswa dalam proses pembelajaran. Studi Luar Kampus yang kami lakukan setiap tahun tidak hanya meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa, tetapi juga memberikan pengalaman riil dalam memahami penyelenggaraan pemerintahan. Kami datang untuk memotret langsung bagaimana proses pemerintahan dijalankan,” kata Asep, melalui keterangan pers yang diterima tangselpos.id, Rabu (8/7/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Wonogiri, FX Pranata yang menerima rombongan Studi Luar Kampus, mengatakan kondisi Kabupaten Wonogiri hari ini lahir dari semangat perubahan, terutama komitmen dan leadership Bupati Wonogiri Setyo Sukarno.
Alumni Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Angkatan 06 ini menjelaskan, pada 2015 angka kemiskinan di Kabupaten Wonogiri masih berada di kisaran 13,6 persen. Pada masa itu, sebagian masyarakat masih mengandalkan gaplek sebagai makanan pokok. Kondisi tersebut menjadi pemicu lahirnya berbagai inovasi yang kini diterapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri.
“Inovasi yang hari ini kami miliki tidak lahir begitu saja. Inovasi hadir karena kami harus berubah,” ujar dia.
Dia menerangkan, berbagai indikator pembangunan menunjukkan tren positif. Kabupaten Wonogiri berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Tengah atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) sebanyak 11 kali berturut-turut. Kemudian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga terus mengalami peningkatan hingga mencapai 73,42 pada 2025.
Sementara itu, rata-rata lama sekolah masyarakat masih berada pada angka 7,6 tahun atau setara jenjang SMP. Indeks Gini Ratio tercatat sebesar 0,326, laju pertumbuhan ekonomi mencapai 5,6 persen, tingkat pengangguran berada di angka 2,16 persen, dan angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi sekitar 9,59 persen atau turun sekitar 10.000 jiwa dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Menurut Pratana, pemerintah daerah harus mampu menjawab harapan masyarakat melalui pelayanan dasar yang berkualitas.
“Tuntutan masyarakat sebenarnya sederhana. Pendidikan harus berjalan dengan baik, karena itu kami memberikan pendidikan gratis mulai dari PAUD hingga SMP. Di bidang kesehatan, masyarakat harus mendapatkan layanan yang layak. Pelayanan kesehatan tingkat pertama juga kami gratiskan bagi warga yang memiliki KTP Wonogiri. Selain itu, pembangunan infrastruktur seperti jalan dan irigasi menjadi prioritas dalam memenuhi pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Dalam bidang inovasi daerah, Wonogiri juga mencatat berbagai prestasi. Selama enam tahun berturut-turut daerah tersebut memperoleh penghargaan sebagai daerah inovatif melalui program *Gerbang Indah Wonogiri*, serta memiliki lebih dari 1.100 inovator yang berkontribusi terhadap pengembangan pelayanan publik.
Pemkab Wonogiri juga menjalankan Program Mahasiswa Berprestasi sejak 2017 yang telah membiayai pendidikan ribuan mahasiswa. Mahasiswa kedokteran penerima program tersebut turut dilibatkan dalam pelayanan kesehatan saat masa libur akademik melalui kolaborasi dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama. Selain itu, sebanyak 88.000 Nomor Induk Berusaha (NIB) berhasil diterbitkan dengan melibatkan peran aktif mahasiswa dalam proses pendampingan kepada pelaku usaha.
Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Wonogiri, Purwadi menegaskan, bahwa keberhasilan inovasi daerah tidak terlepas dari komitmen pimpinan daerah dalam mendorong budaya inovasi di lingkungan birokrasi. “Inovasi dan perencanaan dapat berjalan karena adanya komitmen serta motivasi kuat dari Bupati kepada seluruh jajaran perangkat daerah,” ujarnya.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Wonogiri, Eko Subagyo menjelaskan, bahwa keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) Nyawiji menjadi salah satu inovasi untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui sistem digital, layanan hibrida, maupun layanan manual. “Setelah dilakukan integrasi pelayanan disertai pembaruan inovasi, seluruh proses menjadi lebih mudah, cepat, dan semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.
Di sektor pertanian dan peternakan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri, Baroto Eko Pujianto memaparkan, inovasi pada sektor pertanian sapi dengan meluncurkan Program Sapi Berentitas (Sapi Beridentitas dan Berkualitas) yang bertujuan meningkatkan kualitas ternak melalui program inseminasi buatan.
Kabupaten Wonogiri memiliki sekitar 160.000 petani yang sebagian besar juga berprofesi sebagai peternak ruminansia maupun unggas. Sejak tahun 2023, Pemkab Wonogiri menggratiskan layanan inseminasi buatan bagi peternak.
“Sebelumnya program inseminasi buatan dikenakan biaya. Namun sejak tahun 2023 layanan tersebut digratiskan pada masa kepemimpinan Bupati Joko Sutopo dan kini dilanjutkan oleh Bupati Setyo Sukarno sebagai upaya meningkatkan kualitas dan produktivitas peternakan masyarakat,” pungkasnya.(*)
Pos Banten | 14 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Internasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Nasional | 18 jam yang lalu






