TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Gubernur Bakal Evaluasi Jurusan SMK

Reporter & Editor : Redaksi
Selasa, 14 Juli 2026 | 09:55 WIB
ils
ils

TANGERANG – Gubernur Banten Andra Soni meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Negeri 12 Kota Tangerang, Senin (13/7) yang berada di Jalan Raden Fatah Ciledug. Dalam kunjungan tersebut, Andra memastikan pemerintah provinsi akan terus memperkuat layanan pendidikan, mulai dari penambahan daya tampung sekolah hingga evaluasi jurusan yang dinilai sudah tidak lagi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

 

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Jamaluddin, Camat Ciledug, dan Lurah Peninggilan Utara, Andra menjelaskan SMKN 12 Kota Tangerang dibangun sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat di wilayah Ciledug, Larangan, Karang Tengah, dan sekitarnya yang selama ini belum memiliki SMK negeri.

 

"SMK ini mulai dibangun pada 2025 atas usulan masyarakat. Harapannya sekolah ini bisa menampung anak-anak yang sebelumnya harus bersekolah ke SMK di Kota Tangerang Selatan," ujar Andra kepada awak media. 

 

Menurutnya, pembangunan sekolah tersebut belum sepenuhnya rampung sehingga masih membutuhkan penyempurnaan sarana dan prasarana. Pemprov Banten juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tangerang untuk mendukung pengembangan sekolah, termasuk penambahan rombongan belajar (rombel).

 

"Tahun ini baru menerima empat rombel. Ke depan tentu akan kita tambah agar daya tampung lebih besar, mengingat Ciledug, Larangan, dan Karang Tengah merupakan kawasan yang padat penduduk," katanya.

 

Andra menegaskan, keberadaan SMKN 12 diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan menyiapkan lulusan yang siap bekerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

 

Selain meninjau MPLS, Andra juga memaparkan hasil sementara evaluasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Menurutnya, Pemprov Banten terus berupaya memastikan proses penerimaan siswa berjalan adil dan transparan.

 

"Tahun ini kami berupaya semaksimal mungkin agar asas keadilan benar-benar dirasakan seluruh masyarakat. Memang masih ditemukan beberapa praktik yang tidak dibenarkan dan saat ini sedang kami tindak lanjuti," ujarnya. Ia menambahkan, pelaksanaan SPMB mendapat dukungan berbagai pihak, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), melalui kerja sama untuk memperkuat transparansi dalam proses penerimaan peserta didik.

 

Di sisi lain, Andra menyebut Program Sekolah Gratis yang dijalankan Pemprov Banten turut membantu memperluas akses pendidikan. Tahun ini pemerintah juga menambah kuota Program Sekolah Gratis untuk Madrasah Aliyah sebanyak 10 ribu siswa.

 

"Program sekolah gratis berjalan baik dan akan terus kami evaluasi agar pelaksanaannya semakin optimal. Target kami sederhana, seluruh anak di Banten mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas," katanya.

 

Andra juga mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap Program Sekolah Gratis di sekolah swasta masih tinggi. Berdasarkan data tahun sebelumnya, lebih dari 60 ribu siswa SMA dan SMK mengikuti program tersebut, dengan mayoritas berasal dari wilayah Tangerang Raya.

 

Ke depan, Pemprov Banten juga akan mengevaluasi sejumlah kompetensi keahlian di SMK agar lebih relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. "Jurusan seperti Akuntansi dan Administrasi Perkantoran akan kami evaluasi karena perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), telah mengubah kebutuhan dunia kerja. Sebaliknya, jurusan seperti Bisnis Digital dan Manajemen Logistik justru memiliki prospek yang baik karena sesuai dengan kebutuhan industri dan kawasan penyangga Bandara Soekarno-Hatta," pungkasnya. 

 

MPLS Ramah

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Banten, Jamaluddin, memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di seluruh SMA berjalan ramah, menyenangkan, dan bebas dari praktik perpeloncoan. Kepastian itu disampaikan usai meninjau pelaksanaan MPLS di SMAN 3 Kota Tangerang dan SMAN 12 Kota Tangerang.

 

Jamaluddin mengatakan, pelaksanaan MPLS di SMAN 3 Kota Tangerang telah sesuai dengan petunjuk teknis yang diterbitkan Dinas Pendidikan Provinsi Banten. "Program MPLS di SMAN 3 berjalan sangat baik. Seluruh kegiatan telah sesuai dengan juknis MPLS Ramah yang kami terbitkan," ujarnya.

 

Ia menjelaskan, selama MPLS peserta didik baru diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tenaga pendidik, tata tertib, hingga berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Di SMAN 3 Kota Tangerang tersedia sekitar 50 kegiatan ekstrakurikuler yang mencakup bidang olahraga, seni, budaya, dan pengembangan minat lainnya.

 

Menurut Jamaluddin, pengenalan lingkungan sekolah harus mampu membangun motivasi belajar peserta didik sejak hari pertama. "Mudah-mudahan selama empat hingga lima hari pelaksanaan MPLS, anak-anak merasa nyaman, senang, dan semakin termotivasi untuk belajar," katanya.

 

Ia menegaskan, konsep MPLS Ramah tahun ini sepenuhnya mengedepankan pembinaan karakter tanpa praktik perpeloncoan. Berbagai materi yang diberikan juga bersifat edukatif, mulai dari penyuluhan bahaya narkoba, pendidikan antikorupsi, pembentukan karakter, hingga cara belajar yang efektif. 

 

"Kami ingin peserta didik mengenal lingkungan sekolah secara ramah tanpa perpeloncoan. Mereka juga dibekali nilai-nilai antinarkoba, antikorupsi, tanggung jawab, kemandirian, serta karakter yang berintegritas," tegasnya.

 

Bahkan, Jamaluddin berharap SMAN 3 Kota Tangerang dapat menjadi percontohan sekolah berintegritas di Provinsi Banten. 

 

Selain meninjau MPLS, Jamaluddin turut menyoroti pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2026 yang telah rampung. Menurutnya, proses penerimaan siswa baru tahun ini berlangsung bersih dan transparan sesuai arahan Gubernur Banten. "Pak Gubernur sudah menegaskan tidak boleh ada praktik titip-menitip. Alhamdulillah pelaksanaan PPDB berjalan bersih dan masyarakat ikut mengawalnya sehingga berlangsung transparan," ungkapnya.

 

Ia menambahkan, pelaksanaan PPDB juga mengacu pada ketentuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta surat edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna mewujudkan sistem penerimaan peserta didik yang adil dan berintegritas.

 

Sementara, Kepala SMAN 12 Kota Tangerang, Nunung Nurjanah, mengatakan pelaksanaan MPLS Ramah di sekolahnya berlangsung lancar dan diikuti 329 peserta didik baru.

 

Menurutnya, para siswa mendapatkan berbagai materi, di antaranya 7 Kebiasaan Anak Hebat, Wawasan Wiyata Mandala, kepemimpinan, serta penguatan karakter sebagai bekal memasuki jenjang pendidikan menengah. 

 

"Kami terus memperkuat penerapan sekolah ramah sesuai kebijakan pemerintah sehingga lingkungan belajar menjadi aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik," ujarnya. Nunung berharap kegiatan MPLS dapat membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan, kepemimpinan, dan karakter positif sejak hari pertama belajar.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit