Beri Edukasi Pencegahan Kebakaran, Damkar Tangsel Bagikan APAR hingga Tongkat Ular ke Masyarakat
PONDOK AREN – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus mengedepankan upaya pencegahan kebakaran melalui edukasi kepada masyarakat. Selain memberikan pembekalan, Damkar juga menyalurkan berbagai perlengkapan penanggulangan keadaan darurat, mulai dari alat pemadam api ringan (APAR), pompa air, hingga tongkat penjepit ular (grab stick).
Kegiatan yang digelar di Kelurahan Parigi itu diikuti pengurus RT/RW, perwakilan masyarakat, serta anggota Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar). Edukasi difokuskan pada langkah-langkah pencegahan kebakaran, penanganan awal saat terjadi kebakaran, hingga keselamatan penggunaan instalasi listrik di rumah.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, masyarakat perlu dibekali pengetahuan dasar agar mampu mencegah sekaligus melakukan penanganan awal ketika terjadi kebakaran.
"Yang terpenting bukan hanya bisa memadamkan api, tetapi juga mampu mengedukasi masyarakat mengenai bahaya kebakaran, mengetahui titik-titik rawan, serta memahami apa yang harus dilakukan ketika kebakaran terjadi. Jangan panik, tetapi hadapi dengan cara yang benar," ujar Pilar.
Menurutnya, bantuan peralatan yang diberikan juga harus dibarengi dengan pelatihan sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
"Tahun ini ada sembilan kelurahan yang mengajukan bantuan melalui Musrenbang. Kami berikan sesuai kebutuhan, ada APAR, pompa air maupun peralatan lainnya. Tapi jangan hanya diberi alat, masyarakat juga harus tahu cara menggunakannya," katanya.

Pilar menambahkan, tingginya kasus kebakaran akibat korsleting listrik membuat Pemkot Tangsel menggandeng PLN dalam kegiatan edukasi tersebut.
"Kebanyakan kasus kebakaran saat ini disebabkan korsleting listrik. Masih ada masyarakat yang menggunakan instalasi tidak sesuai standar atau membiarkan kabel yang sudah rusak. Karena itu kami menghadirkan PLN agar masyarakat memahami cara menggunakan instalasi listrik yang aman," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Ahmad Dohiri mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan dan edukasi pencegahan kebakaran yang berasal dari usulan masyarakat melalui Musrenbang.
"Tahun ini ada sembilan kelurahan yang mendapatkan alokasi anggaran untuk pembinaan pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Seluruhnya merupakan usulan masyarakat yang kami tindak lanjuti," ujar pria yang akrab disapa Adam itu.

Ia mengungkapkan, berdasarkan evaluasi Damkar, sekitar 75 persen kejadian kebakaran di Tangsel disebabkan arus pendek atau korsleting listrik.
"Pada 2024 terjadi sekitar 100 kebakaran, tahun 2025 sebanyak 69 kejadian, sedangkan tahun ini baru memasuki semester pertama sudah mencapai sekitar 60 kejadian. Apalagi sekarang memasuki musim kemarau sehingga potensi kebakaran meningkat," terangnya.
Karena itu, Adam berharap masyarakat semakin peduli terhadap kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing.
"Prinsip kami sederhana, kalau rumah aman maka kebakaran bisa dicegah. Edukasi ini kami harapkan bisa diteruskan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing sehingga risiko kebakaran dapat ditekan," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Kelurahan Parigi menerima bantuan 10 unit APAR, satu unit alkon atau pompa air, tiga unit tongkat penjepit ular (grab stick), serta dua pasang sepatu keselamatan. Bantuan disalurkan sesuai kebutuhan wilayah untuk mendukung kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat.
TangselCity | 13 jam yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu




