TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Studi Banding ke China

25 Kades Digembleng Jadi Motor Inovasi Pembangunan Desa

Reporter: Farhan
Editor: AY
Rabu, 15 Juli 2026 | 08:32 WIB
Mendes PDT Yandri Susanto saat melepas 25 Kades mengikuti study visit ke China. Foto : Ist
Mendes PDT Yandri Susanto saat melepas 25 Kades mengikuti study visit ke China. Foto : Ist

JAKARTA  – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) memberangkatkan 25 kepala desa (kades) dari berbagai daerah untuk mengikuti study visit ke China. Program ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, tata kelola pemerintahan desa, serta mendorong lahirnya inovasi pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.


Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto meminta seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia berharap sepulang dari China, para kepala desa mampu menjadi pelopor sekaligus rujukan bagi desa-desa lain dalam mengembangkan program pembangunan yang lebih maju.


"Saya berharap Bapak dan Ibu menjadi kiblat bagi desa-desa yang tidak berangkat. Selama di sana harus sudah punya rencana, nanti pulang ingin membangun apa. Kita punya program SEHATI, swasembada ekonomi hijau. Cakupannya luas, mulai dari kawasan industri hingga carbon trading," ujar Yandri dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/7).


Menurut Yandri, pengalaman belajar langsung dari keberhasilan pembangunan pedesaan di China akan membuka wawasan para kepala desa, sekaligus melahirkan gagasan-gagasan baru yang dapat diimplementasikan sesuai potensi daerah masing-masing.


Selama berada di China, para peserta akan mempelajari berbagai praktik terbaik pembangunan desa, mulai dari sinergi pemerintah pusat dan pemerintah desa, pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas, hingga pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) secara modern di sektor pertanian, industri, dan pariwisata.


Mereka juga akan mempelajari bagaimana desa-desa di China mampu menjaga budaya lokal sekaligus mengembangkannya menjadi sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat.


Yandri menegaskan, Kemendes PDT siap memberikan dukungan kepada desa yang mampu menyusun program hasil studi banding tersebut menjadi proposal pembangunan yang konkret.


"Saya berharap teman-teman sudah punya program. Kalau proposalnya bagus disampaikan ke Kemendes, nanti kita bantu desanya agar ada hasil nyata," katanya.


Ia optimistis ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan akan diperkuat melalui berbagai program Kemendes PDT sehingga mampu melahirkan kepala desa yang lebih adaptif, inovatif, dan sukses membangun wilayahnya.


Salah satu peserta yang mengikuti pelatihan adalah Kepala Desa Cikampek Kota, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Ahmad Nurdin atau yang akrab disapa Bah Kundin. Ia mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pelatihan internasional tersebut.


"Alhamdulillah saya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan ini. Mudah-mudahan ilmu dan pengalaman yang diperoleh di China bisa diterapkan untuk kemajuan Desa Cikampek Kota," ujarnya.


Bah Kundin terpilih karena dinilai berhasil menghadirkan berbagai terobosan di desanya, di antaranya mewujudkan zero stunting serta membangun kantor desa permanen di atas lahan milik desa.


Sebelumnya, kantor desa selama puluhan tahun berdiri di atas lahan milik PT KAI sebelum akhirnya dipindahkan ke lahan wakaf dari seorang dermawan.
"Alhamdulillah atas dukungan semua pihak, pembangunan kantor Desa Cikampek Kota dan masjid dapat terwujud," katanya.


Ia menambahkan, dari Jawa Barat terdapat tiga kepala desa yang mengikuti pelatihan, masing-masing berasal dari Kabupaten Karawang, Purwakarta, dan Cianjur. Sementara peserta lainnya berasal dari berbagai daerah seperti Serang, Klaten, Banjarnegara, Halmahera Utara, Maluku Tengah, Flores Timur, Simalungun, Tapin, hingga Ogan Komering Ulu (OKU).


Menurut Bah Kundin, pelatihan tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas kepala desa dalam tata kelola pemerintahan, pembangunan pedesaan, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern.


Seluruh kebutuhan peserta, mulai dari pengurusan visa, tiket pesawat, akomodasi, konsumsi, hingga transportasi lokal, ditanggung penyelenggara sebagai bagian dari kerja sama Kemendes PDT dengan Pemerintah China.


"Semua peserta telah difasilitasi. Kami juga disarankan membawa laptop untuk mencatat seluruh materi dan agenda kegiatan," ujarnya.


Bah Kundin berharap seluruh ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa sekaligus melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.


"Semoga pelatihan ini membawa manfaat bagi Desa Cikampek Kota. Terima kasih juga kepada Pak Bupati Aep Syaepuloh atas izin dan dukungannya," tutupnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit