Sekolah Gratis Jaga Asa Hafidz Raih Masa Depan
PANDEGLANG – Air mata haru tak terbendung dari Abdoel Hafidz (16) saat mengetahui dirinya dapat melanjutkan pendidikan melalui Program Sekolah Gratis Pemerintah Provinsi Banten. Bagi remaja asal Kampung Cilaja, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang itu, program yang digagas Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Dimyati Natakusuma bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi harapan yang membuat mimpinya tetap hidup.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur. Karena sekolah gratis ini, saya tetap bisa sekolah dan ayah saya tidak lagi terbebani biaya pendidikan saya," ujar Hafidz, Kamis (16/7/2026).
Kehidupan Hafidz berubah setelah sang ibu meninggal dunia sekitar tiga bulan lalu akibat gagal ginjal. Kini ia tinggal bersama adiknya, sementara ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan di Tangerang dan hanya pulang beberapa pekan sekali.
Di tengah keterbatasan ekonomi, Hafidz sempat khawatir tidak bisa melanjutkan sekolah setelah gagal diterima di SMA Negeri melalui jalur domisili. Harapan itu kembali muncul ketika mengetahui SMK PGRI Pandeglang menjadi peserta Program Sekolah Gratis Pemprov Banten.
Kini Hafidz dapat bersekolah tanpa dibebani biaya SPP. Menurutnya, keluarganya hanya perlu menyiapkan biaya seragam.
"Program ini sangat membantu. Ayah sekarang bisa lebih tenang bekerja karena tidak lagi memikirkan biaya sekolah saya," katanya.
Kisah serupa dialami Muhammad Hasbi Fabiansyah (15), siswa baru SMK PGRI Pandeglang. Putra dari seorang pedagang warung kecil itu juga gagal masuk sekolah negeri dan akhirnya melanjutkan pendidikan di sekolah swasta melalui Program Sekolah Gratis.
Hasbi mengaku baru mengetahui adanya program tersebut saat melihat spanduk di depan sekolah. Baginya, kebijakan itu sangat meringankan beban keluarga karena tidak lagi harus membayar SPP setiap bulan.
Program Sekolah Gratis Pemprov Banten menjadi solusi bagi ribuan siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya. Pada Tahun Ajaran 2025/2026, sebanyak 801 sekolah swasta jenjang SMA, SMK, dan SKh telah bergabung, dengan 60.705 siswa terverifikasi sebagai penerima manfaat.
Bagi Hafidz dan ribuan siswa lainnya, sekolah gratis bukan sekadar program pemerintah, melainkan kesempatan untuk terus belajar, meraih cita-cita, dan menatap masa depan dengan penuh harapan.
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Opini | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu




