Warga Desa Cibuah Berebut Bantuan Air Bersih Dari Tagana
Kemarau Melanda Wilayah Lebak
LEBAK - Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Lebak, sudah mulai berdampak pada krisisnya air bersih. Bahkan, puluhan warga di Desa Cibuah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, berebut bantuan air bersih yang disalurkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Lebak.
Diketahui, musim kemarau berkepanjangan menyebabkan sumur gali dan sumur bor milik warga mengering. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk mandi, mencuci, memasak, hingga air minum.
Bahkan, sebagian warga terpaksa membeli air atau mencari sumber air alami hingga ke kawasan hutan. Sejak truk tangki tiba, warga telah memadati lokasi pembagian air dengan membawa ember, jerigen, galon, hingga drum.
Sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan Tagana ke dua titik di Desa Cibuah yang mengalami dampak kekeringan paling parah.
Kurang dari satu jam, seluruh pasokan air bersih habis disalurkan. Tingginya antusiasme warga menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap bantuan air bersih di tengah mengeringnya sumber-sumber air rumah tangga.
warga Kampung Cibuah Lebak Lelor, Mutmainah (52), mengaku sumur di rumahnya hampir tidak lagi mengeluarkan air sehingga keluarganya sangat bergantung pada bantuan yang datang.
“Sumurnya sudah kering. Paling dapat satu ember saja. Di sini mayoritas warga ada yang punya blumbang untuk menampung air buat nyuci. Susah,” keluh, Minggu (19/7).
Menurut Mutmainah, bantuan air bersih dari Tagana sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
“Alhamdulillah dengan bantuan air bersih ini kami dan masyarakat disini sangat terbantu,” katanya.
Senada, Ida (48). Ia mengaku, kekeringan telah berlangsung beberapa pekan terakhir. Akibatnya, ia dan warga yang lain kesulitan air bersih.
“Air sumur tinggal sedikit, bahkan banyak yang sudah kering. Hampir setiap tahun seperti ini dan biasanya kami mendapat bantuan air bersih dari Tagana. Kami bersyukur karena bantuan ini sangat membantu kebutuhan warga,” katanya.
Sementara, Ketua Tagana Kabupaten Lebak, Iwan Hermawansyah, mengungkapkan, distribusi air bersih diprioritaskan ke wilayah yang mengalami dampak kekeringan paling parah.
“Hari ini kami menyalurkan bantuan ke dua titik yang sudah cukup parah mengalami kekeringan. Desa Cibuah memang menjadi salah satu wilayah yang setiap tahun terdampak ketika musim kemarau datang,” katanya.
Iwan menjelaskan, ancaman kekeringan tidak hanya terjadi di Desa Cibuah. Sedikitnya 12 kecamatan di Kabupaten Lebak hampir setiap tahun mengalami krisis air bersih saat musim kemarau.
“Di Kabupaten Lebak ada sekitar 12 kecamatan yang biasa terdampak kekeringan, termasuk salah satunya Kecamatan Warunggunung,” jelasnya.
Ia memastikan Tagana akan terus menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat selama musim kemarau masih berlangsung.
“Kami akan semaksimal mungkin menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak selama musim kemarau panjang ini,” tandasnya.(pal)
Piala Dunia 2026 | 23 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 18 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu



