Santri Dibekali Literasi Digital & Kuasai AI
Pemkot Luncurkan Tangsel Digital Academy
PONDOK AREN-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) resmi meluncurkan program Tangsel Digital Academy sebagai upaya meningkatkan literasi digital di kalangan santri. Program ini digagas melalui kolaborasi antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel, Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Tangsel, serta Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS).
Peluncuran program ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Pondok Pesantren Al Amanah Al Gontory, Pondok Aren, Kamis (30/7).
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, Tangsel Digital Academy dirancang untuk membekali para santri dengan kemampuan literasi digital agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak dan produktif.
"Hari ini dilakukan penandatanganan MoU antara Pemerintah Kota melalui Diskominfo, Forum Silaturahmi Pondok Pesantren yang dimotori Al Amanah Al Gontory, dan Institut Teknologi Tangerang Selatan. Inti dari kerja sama ini adalah memberikan materi literasi digital bagi para santri di Tangerang Selatan," ujar Benyamin.
Selain pembelajaran digital, Pemkot Tangsel juga akan memperkuat akses internet di lingkungan pondok pesantren. Bantuan jaringan internet akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pesantren.
Menurut Benyamin, hingga saat ini Pemkot Tangsel telah memasang sekitar 700 titik layanan WiFi gratis yang tersebar di masjid, musala, dan pondok pesantren.
"Kami juga akan memberikan bantuan internet bagi pondok pesantren sesuai kebutuhannya. Saat ini sudah ada sekitar 700 titik WiFi yang dipasang di masjid, musala, dan pondok pesantren. Kalau memang masih diperlukan, tentu akan kami tambah karena layanan digital sudah menjadi kebutuhan masyarakat," katanya.
Ia menegaskan, salah satu materi penting dalam Tangsel Digital Academy adalah kemampuan menyaring informasi untuk menangkal penyebaran hoaks. Para santri akan dibekali kemampuan membedakan informasi yang benar dan informasi yang menyesatkan.
"Materi tentang bagaimana memilah informasi yang benar dan tidak benar menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Para santri akan dipandu langsung oleh para ahlinya, termasuk Prof. Onno W. Purbo yang reputasinya sudah dikenal hingga tingkat internasional," ucap Benyamin.
Ia berharap para santri dapat menjadi motor penggerak pengembangan ekosistem digital di tengah masyarakat. Menurutnya, bekal ilmu agama yang dimiliki santri akan semakin kuat jika dipadukan dengan penguasaan teknologi digital.
"Harapannya, santri menjadi basis pengembangan kecerdasan digital di masyarakat. Mereka sudah memiliki fondasi ilmu agama dan iman yang kuat, kemudian ditambah kemampuan digital sehingga mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan menyaring informasi yang bermanfaat," jelasnya.
Sementara, Kepala Diskominfo Kota Tangsel, Tb Asep Nurdin menjelaskan, Tangsel Digital Academy tidak hanya menghadirkan pelatihan literasi digital, tetapi juga berbagai materi yang relevan dengan kebutuhan era digital.
Program tersebut meliputi penyediaan layanan internet di lingkungan pondok pesantren, pelatihan literasi digital, pelatihan keamanan siber, pemasaran digital, hingga pengenalan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang disampaikan langsung oleh Prof. Onno W. Purbo.
Selain itu, para santri juga akan mendapatkan pelatihan pengembangan UMKM berbasis digital, pendampingan transformasi digital, serta kompetisi inovasi digital antar-santri.
"Semua materi ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi digital para santri sehingga mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk berkarya, berwirausaha, dan menciptakan inovasi," kata Asep Nurdin.(rmn)
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 12 jam yang lalu



