Kekeringan Kian Meluas, 9 Titik Di Keranggan & Satu Di Serpong
SETU-Krisis air bersih di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dampak kemarau panjang semakin parah. Kekeringan kini meluas. Tak hanya di Kecamatan Setu, tapi di Kecamatan Serpong juga alami kekeringan.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel, Essa Nugraha mengatakan, titik kekeringan berada di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu dan Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong. Hingga Kamis (30/7), BPBD bersama sejumlah instansi dan mitra terus mendistribusikan bantuan air bersih ke lokasi terdampak.
Berdasarkan pendataan BPBD, Kelurahan Keranggan menjadi wilayah dengan dampak paling besar. Di wilayah ini terdapat sembilan titik kekeringan yang menjangkau 192 Kepala Keluarga (KK).
"Titik tersebut meliputi Kampung Koceak RT 002/RW 001 dekat Lapangan Badminton PB UCLA sebanyak 20 KK, Kampung Koceak RT 004/RW 002 sebanyak 40 KK, dan Kampung Momonggor RT 001/RW 001 sebanyak 15 KK," papar Essa.
Selanjutnya, di Kampung Keranggan RT 013/RW 005 sebanyak 20 KK, Kampung Koceak RT 003/RW 001 atau Gang Amil Misli arah Pecak Duren sebanyak 22 KK, Kampung Koceak RT 006/RW 002 dekat rumah Ketua RW 002 ada 20 KK, Kampung Koceak RT 005/RW 002 dialami 10 KK, RT 012/RW 005 terdampak 15 KK, serta Villa Bintang Mas RT 009/RW 005 sebanyak 30 KK.
Sementara, di Kecamatan Serpong terdapat satu titik kekeringan yang berada di RT 006/RW 004 Kelurahan Serpong dengan jumlah warga terdampak sebanyak 30 KK.
Essa menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD mengerahkan armada tangki bersama sejumlah perangkat daerah dan mitra. Armada yang digunakan terdiri dari satu unit truk tangki besar milik Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Tangsel, satu unit truk tangki besar Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, satu unit armada dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), satu unit kendaraan pikap PMI Kota Tangsel, serta satu unit armada milik Baznas Kota Tangsel.
Selain armada distribusi, bantuan air bersih juga berasal dari berbagai pihak, di antaranya PT TTC PDAM Serpong, PT PITS, PT Sinar Mas Land BSD, dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane. "Hingga 30 Juli 2026, jumlah air bersih yang telah didistribusikan mencapai 128.350 liter," ujar Essa.
Ia menambahkan, pendistribusian air bersih dilakukan secara terpadu oleh BPBD Kota Tangsel bersama Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, BBWSCC, Baznas Kota Tangsel, serta didukung ketua RT dan RW di Kelurahan Keranggan.
BPBD memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Apabila masih ditemukan wilayah yang mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau, distribusi akan terus dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.(rmn)
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 15 jam yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu



