Teror Dini Hari di Kampung Ciputat, Kelompok Bermasker Tebar Bacokan, Air Keras, dan Bom Molotov
CIPUTAT - Suasana mencekam menyelimuti Kampung Ciputat, RW 05, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, pada Minggu (2/8) dini hari. Sekelompok orang bermasker yang membawa senjata tajam diduga menyerang permukiman warga dengan membacok korban, melempar bom molotov, hingga diduga menyiramkan cairan air keras. Akibatnya, sedikitnya lima warga mengalami luka-luka.
Ketua RW 05 Supriadi mengatakan, penyerangan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB hingga menjelang Subuh. Selain melukai warga, para pelaku juga merusak gapura kampung dan melempar bom molotov yang nyaris membakar rumah serta kendaraan milik warga.
Menurutnya, tanda-tanda keributan sebenarnya sudah muncul sejak malam sebelumnya ketika sekelompok pemuda bermotor memancing keributan di depan gang. Namun saat itu warga memilih tidak terpancing sehingga rombongan tersebut membubarkan diri.
"Saya minta warga jangan menanggapi mereka. Akhirnya mereka pergi," ujar Supriadi.
Namun, dini hari berikutnya kelompok itu kembali dengan jumlah lebih banyak. Mayoritas pelaku mengenakan helm dan masker sehingga identitasnya sulit dikenali. Mereka masuk ke dalam permukiman sambil mengacungkan senjata tajam dan menyerang warga.
Supriadi mengaku sempat menghadang para pelaku. Bahkan, sebilah celurit sempat ditempelkan ke lehernya ketika ia meminta mereka membuka helm dan masker.
Situasi semakin kacau ketika pelaku melempar bom molotov dan diduga menyiramkan cairan air keras kepada salah seorang warga. Lima orang menjadi korban dengan luka yang bervariasi, mulai dari luka bacok di punggung, kepala, tangan, hingga luka bakar akibat bom molotov dan luka pada kaki yang diduga terkena siraman air keras. Salah seorang korban bahkan harus menjalani 16 jahitan di rumah sakit.
Di tengah kepanikan, Supriadi berhasil mengamankan seorang terduga pelaku di dalam rumahnya untuk menghindari amukan massa sambil menunggu polisi tiba di lokasi. Setelah petugas datang, terduga pelaku langsung dibawa untuk menjalani pemeriksaan.
Hingga kini, satu korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sementara itu, Supriadi mengimbau warga, khususnya kalangan pemuda, agar tidak melakukan aksi balasan dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.
Di lokasi yang sama, Salman, pemilik warung di dekat pintu masuk kampung, mengaku empat botol bensin miliknya diambil para pelaku dan diduga digunakan sebagai bahan bom molotov. Ia memilih bertahan di dalam warung karena khawatir menjadi sasaran penyerangan.
Peristiwa tersebut juga terekam dalam sejumlah video yang beredar di media sosial. Rekaman memperlihatkan para pelaku memasuki permukiman sambil membawa senjata tajam, kemudian melempar benda yang diduga bom molotov hingga memicu kobaran api dan kepanikan warga.
Nasional | 6 jam yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 23 jam yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu



