Pemerintah Akan Rombak Buku Pelajaran SD-SMA, Perlukah?
Hetifah Sjaifudian: Setuju, Asal Sesuai Kebutuhan
JAKARTA - Pemerintah berencana memperbarui buku pelajaran dari jenjang SD hingga SMA. Rencana ini muncul setelah Presiden Prabowo Subianto menilai kualitas fisik dan penyajian sejumlah buku masih perlu diperbaiki, termasuk ukuran huruf yang dinilai terlalu kecil.
Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian, mendukung pembaruan tersebut. Namun, ia mengingatkan agar tidak semua buku langsung diganti dan menjadikannya proyek pengadaan besar-besaran.
Menurut Hetifah, buku yang perlu diperbarui adalah yang materinya sudah tidak relevan, tidak sesuai usia anak, atau tidak mengikuti perkembangan zaman.
“Harus dilihat mana yang memang paling bermasalah. Kalau isinya sudah tidak relevan atau salah, tentu harus diperbaiki,” ujarnya.
Ia juga menilai pembelajaran digital perlu menjadi pertimbangan. Tidak semua materi harus disajikan dalam bentuk buku cetak karena siswa kini semakin terbiasa menggunakan teknologi.
Terkait ukuran huruf, Hetifah menilai hal tersebut wajar diperbaiki jika memang terbukti mengganggu kenyamanan siswa, terutama anak-anak SD kelas awal.
Namun, pembaruan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan berdasarkan kajian para ahli. Ia juga mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak membebani orang tua dengan biaya pengadaan buku baru.
“Jangan langsung diterjemahkan semua buku harus diganti. Harus sesuai kebutuhan dan bertahap,” tegasnya.
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu








