TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Dari Tangerang, Rifdandy Menembus Dapur Bakery Amerika Serikat

Reporter & Editor : Redaksi
Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:15 WIB
TEMBUS AMERIKA SERIKAT: M. Rifdan Ridandi Sachnur dengan berbagai kreasi bakry dan pastry yang ia ciptakan berhasil membuatnya tembus Dubai hingga kini ke Amerika Serikat. ISTIMEWA
TEMBUS AMERIKA SERIKAT: M. Rifdan Ridandi Sachnur dengan berbagai kreasi bakry dan pastry yang ia ciptakan berhasil membuatnya tembus Dubai hingga kini ke Amerika Serikat. ISTIMEWA

TANGERANG — Jalan menuju industri kuliner internasional tidak selalu dimulai dari dapur hotel berbintang. Bagi M. Rifdan Ridandi Sachnur atau Rifdandy, perjalanan itu berawal dari ketekunan menekuni dunia bakery dan pastry hingga membawanya bekerja di Amerika Serikat (AS).

 

Lahir pada 15 Agustus 1999, Rifdandy kini berkarier sebagai baker di Alexander’s Patisserie, Mountain View, California, Amerika Serikat. Sejak Februari 2026, ia menangani berbagai produk bakery dan pastry di tengah lingkungan industri kuliner Silicon Valley.

 

Perjalanan tersebut ditempuh secara bertahap. Setelah menyelesaikan pendidikan Diploma Tiga Baking and Pastry Art Management di Sekolah Tinggi Pariwisata NHI Bandung pada 2021, Rifdandy mengawali karier profesionalnya di Indonesia sebelum memperluas pengalaman ke Timur Tengah.

 

Pengalaman kerja pertamanya diperoleh saat menjalani praktik di Holiday Inn Resort Baruna Bali pada 2019. Di sana, ia terlibat dalam persiapan berbagai produk pastry, seperti croissant dan aneka roti, sekaligus membantu pengembangan menu. Setelah menyelesaikan pendidikan, Rifdandy bekerja sebagai baker di Waroeng Snoepen, Ciputat, Tangerang Selatan, sejak Februari 2021 hingga Oktober 2022.

 

Dari pengalaman tersebut, peluang untuk berkarier di luar negeri mulai terbuka. Pada Januari 2023, Rifdandy bergabung dengan Hilton Abu Dhabi Yas Island, Uni Emirat Arab, sebagai Commis II Baker. Kemampuannya berkembang hingga ia dipercaya menempati posisi Commis I Baker pada Juli 2024.

 

Selama bekerja di hotel tersebut, ia menangani produksi beragam jenis roti dan pastry, antara lain burger bun, pretzel bun, ciabatta, croissant, hingga sourdough. Bukan hanya keterampilan teknis, Rifdandy juga ditempa untuk mampu bekerja dalam skala produksi besar.  Ia berpengalaman menangani kebutuhan bakery untuk sarapan, makan siang, dan makan malam dengan kapasitas produksi yang mencapai sekitar 1.000 hingga 1.600 porsi.

 

"Karena saya dulu saat masih kuliah sering bersosialisasi dan ikut himpunan mahasiswa (Hima), saya memiliki banyak koneksi. Setelah berkarier dari Ciputat, saya mendapatkan tawaran untuk bekerja di hotel Hilton Abu Dhabi, tepatnya di Yas Island," kata Rifdandy saat dihubungi SatelitNews, lewat percakapan WhatsApp, kemarin.

 

Pengalaman di Abu Dhabi kemudian membawanya ke Dubai. Pada Oktober 2024, ia bergabung dengan Atlantis The Royal sebagai Commis I Baker. Di hotel tersebut, Rifdandy menangani produksi bakery untuk berbagai outlet, mulai dari sourdough, bread rolls, croissant, focaccia hingga baguette. Ia juga dipercaya menjadi leader in charge dalam sejumlah pekerjaan.

 

Tanggung jawab tersebut mencakup memastikan proses produksi berjalan sesuai standar, menjaga kualitas produk, menerapkan kebersihan dan sanitasi, berkoordinasi dengan tim lintas outlet, serta menyesuaikan produk dengan kebutuhan diet khusus dan alergi pelanggan.

 

Menurut Rifdandy, proses untuk mendapatkan posisi tersebut juga melalui tahapan seleksi yang cukup ketat. "Selama kurang lebih dua tahun, saya mencoba berkarier di Dubai, yaitu di hotel Atlantis The Royal. Saya mendapat panggilan untuk melakukan food test dan presentation di hadapan manager dan head of department hotel tersebut. Lalu saya diterima," ujarnya.

 

Setelah sekitar satu tahun dua bulan bekerja di Dubai, kesempatan baru kembali datang. Kali ini, tawaran tersebut mengarah ke Amerika Serikat. Rifdandy mengatakan tawaran bekerja di Amerika Serikat datang dari seorang teman dekat.  Setelah mempertimbangkannya, ia memutuskan melanjutkan perjalanan karier dengan berpindah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat. Sejak Februari 2026, ia bekerja sebagai baker di Alexander’s Patisserie, Mountain View, California.

 

Di tempat barunya, Rifdandy menangani beragam produk bakery dan pastry, antara lain croissant, kouign amann, pain de miel, salt bread, dan cookies. Pekerjaannya juga mencakup produksi adonan, pembentukan berbagai jenis roti, pembuatan krim dan mousse, hingga dekorasi pastry.

 

Perjalanan dari Tangerang ke California membuat Rifdandy melihat bahwa kesempatan bekerja di luar negeri dapat ditempuh melalui berbagai jalur. Menurutnya, jejaring pertemanan menjadi salah satu faktor yang membantu membuka peluang karier. "Sebenernya banyak cara buat bekerja di luar negeri. Kalau pengalaman dari saya, alhamdulillah saya punya banyak teman atau koneksi yang terkadang menawarkan pekerjaan di luar negeri," katanya.

 

Selain jaringan profesional, ia menilai perkembangan platform pencarian kerja juga semakin membuka akses bagi pencari kerja Indonesia untuk mendapatkan informasi mengenai peluang di luar negeri. "Sudah banyak platform seperti LinkedIn, Jobstreet atau Indeed, atau juga jasa yang bersedia membantu orang-orang yang ingin bekerja di luar negeri, seperti agency. Bisa juga mendapatkan beasiswa untuk kuliah terlebih dahulu kemudian mendapatkan visa kerja dan melanjutkan karier di negara tersebut," ujarnya.

 

Namun, menurut Rifdandy, akses terhadap informasi saja tidak cukup. Kesiapan kompetensi dan kepercayaan diri menjadi modal penting ketika seseorang ingin bersaing di pasar kerja internasional "Modal yang paling utama harus percaya diri sama kemampuan yang dipunya, seperti skill, bahasa yang dikuasai dan yang lainnya," katanya.

 

Pengalaman berpindah negara juga membuat Rifdandy memahami bahwa setiap lingkungan kerja memiliki karakteristik berbeda. Dalam industri bakery yang digelutinya, misalnya, sistem kerja banyak menggunakan pembagian shift. "Kalau untuk budaya kerja berbeda ya, Mas, setiap industri. Kalau di industri saya, contohnya shift dibagi-bagi, libur per minggunya berubah-ubah dan lain sebagainya," tuturnya.

 

Bagi Rifdandy, perjalanan karier dari Tangerang, Bandung, Bali, Abu Dhabi, Dubai hingga California bukan sekadar perpindahan tempat kerja. Setiap fase menjadi proses untuk memperkuat keterampilan teknis sekaligus kemampuan beradaptasi dengan standar industri yang berbeda.

 

Kini, dapur bakery di Mountain View menjadi ruang baru bagi Rifdandy untuk terus mengembangkan keahliannya. Dari pendidikan vokasi, pengalaman di industri perhotelan dan bakery di Indonesia, hingga pengalaman bekerja di Timur Tengah, ia membawa bekal keterampilan yang terus diasah ke Amerika Serikat.

 

Kisah Rifdandy menunjukkan bahwa profesi bakery dan pastry dapat menjadi pintu menuju karier global. Pendidikan, pengalaman, jejaring, kemampuan berbahasa, kepercayaan diri, serta kemauan untuk terus belajar menjadi modal yang membawanya dari dapur di Tangerang menuju industri kuliner internasional.

Komentar:
Berita Terkini
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit