TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Cristiano Ronaldo Masih Top? Usia Mulai Jadi Tantangan CR7 di Al Nassr

Reporter: Farhan
Editor: AY
Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:17 WIB
Bomber Al Nassr Ronaldo. Foto : Ist
Bomber Al Nassr Ronaldo. Foto : Ist

ARAB SAUDI – Cristiano Ronaldo masih menjadi salah satu nama terbesar dalam sepak bola dunia. Namun, memasuki usia 41 tahun, kemampuan fisik megabintang asal Portugal itu mulai menjadi sorotan.


Penampilan Ronaldo bersama Al Nassr belakangan dipertanyakan. Kritik bahkan datang dari legenda sepak bola Arab Saudi, Ahmed Otaif, yang menilai permainan Al Nassr bisa terlihat seperti hanya diperkuat 10 pemain ketika Ronaldo berada di lapangan.


Sorotan tersebut semakin menguat setelah pelatih Al Nassr, Ange Postecoglou, mengambil keputusan mengejutkan dalam pertandingan melawan Al Ettifaq, Rabu (26/8/2026).


Ronaldo ditarik keluar pada awal babak kedua ketika Al Nassr masih harus berjuang mempertahankan keunggulan. Meski demikian, Al Nassr akhirnya mampu membawa pulang kemenangan 3-2.


Postecoglou menegaskan keputusan tersebut merupakan bagian dari strateginya untuk mencari perubahan dalam permainan tim.


"Saat saya melakukan pergantian pemain, termasuk menarik keluar Ronaldo, saya yakin para pemain yang masuk bisa memberikan dampak," kata Postecoglou, seperti dikutip BBC.
Faktor Usia Tak Bisa Dihindari
Penurunan kemampuan fisik merupakan sesuatu yang secara alamiah terjadi seiring bertambahnya usia, termasuk bagi atlet profesional.


Ilmuwan olahraga dari Westminster University, Paul Hough, menjelaskan bahwa salah satu aspek yang paling terdampak oleh proses penuaan adalah daya ledak otot.


Kemampuan tubuh untuk menghasilkan tenaga secara cepat akan berkurang secara bertahap. Kondisi tersebut sangat penting dalam sepak bola, terutama bagi pemain yang mengandalkan akselerasi, kecepatan, dan kemampuan melakukan sprint berulang.


Menurut Hough, pemain yang memasuki usia 30-an akhir biasanya harus mengubah gaya bermain agar tetap mampu bersaing di level tinggi.


Ronaldo sendiri telah melakukan perubahan tersebut sepanjang kariernya. Ketika masih muda, CR7 dikenal sebagai winger yang mengandalkan kecepatan, dribel, serta ledakan tenaga untuk melewati lawan.


Kini, perannya jauh lebih terpusat sebagai penyerang yang berada di area berbahaya. Ia tidak lagi dituntut melakukan sprint sepanjang pertandingan seperti ketika masih menjadi bintang Real Madrid.


"Dia memulai kariernya sebagai pemain sayap dan sangat mengandalkan kecepatan dan daya ledaknya. Namun, secara bertahap dia menyesuaikan permainannya. Sekarang dia lebih menjadi penyerang murni dan tidak perlu terus-menerus melakukan sprint karena pemahamannya terhadap permainan semakin baik," ujar Hough.


CR7 Belum Habis


Selain daya ledak, proses penuaan juga dapat memengaruhi VO2 max, detak jantung, curah jantung, fleksibilitas, serta kemampuan tubuh untuk melakukan pemulihan.


Bagi pesepak bola berusia lanjut, proses pemulihan setelah pertandingan juga cenderung membutuhkan waktu lebih panjang. Risiko cedera pun dapat meningkat dan proses penyembuhannya tidak secepat ketika masih muda.
Namun, kondisi tersebut bukan berarti Ronaldo sudah kehilangan kualitasnya.


Sebagai atlet elite, Ronaldo memiliki keuntungan dari disiplin yang telah dijalankannya selama bertahun-tahun. Pola makan terjaga, asupan protein dan nutrisi yang memadai, tidur berkualitas, serta program pemulihan menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi tubuhnya.


Karena itu, meski penurunan fisik merupakan sesuatu yang tidak terhindarkan, level performa Ronaldo tidak serta-merta jatuh drastis.


Pertanyaan apakah Ronaldo masih "top" pun akhirnya bukan semata-mata soal kemampuan mencetak gol atau membuat aksi spektakuler seperti di masa jayanya. Tantangan terbesar CR7 kini adalah bagaimana memaksimalkan pengalaman dan kecerdasan bermain untuk mengompensasi kemampuan fisiknya yang mulai menurun.


Dengan kata lain, Ronaldo mungkin tidak lagi menjadi pemain yang sama seperti satu dekade lalu, tetapi bukan berarti kualitasnya sudah habis. Di usia 41 tahun, CR7 dituntut untuk menang dengan cara yang berbeda.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit