Gerakan Pejuang Subuh Jadikan Masjid Tempat Pembelajaran Digital
PAMULANG-Gerakan Pejuang Subuh (GPS) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) meluncurkan GPS Digital Academy Innovation Center di Masjid Al-Kautsar, Villa Dago, Kecamatan Pamulang, Sabtu (29/8). Program tersebut mengusung tema 'Kolaborasi untuk Generasi Masjid'.
Kehadirannya diarahkan sebagai wadah bagi masyarakat, khususnya anak muda, untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas di bidang teknologi digital.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel, Tb Asep Nurdin mengatakan, pesatnya perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, keberadaan pusat pembelajaran digital di lingkungan masjid dinilai dapat menjadi langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda menghadapi perubahan zaman.
“Hari ini, sesungguhnya kita tidak hanya berkumpul untuk menandatangani sebuah nota kesepahaman, tidak juga sekadar meresmikan sebuah program pelatihan. Hari ini kita sedang menanam sebuah harapan. Dengan program ini akan lahir generasi-generasi terbaik dari lingkungan masjid di Kota Tangerang Selatan,” ujar Asep.
Menurut dia, penguatan kapasitas digital masyarakat menjadi salah satu perhatian Pemkot Tangsel. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan dengan membangun infrastruktur teknologi, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki kemampuan untuk menggunakannya secara tepat.
Diskominfo Tangsel, lanjut Asep, sebelumnya telah memperluas ekosistem digital melalui penyediaan infrastruktur dan akses internet gratis di sejumlah ruang publik serta lingkungan masyarakat.
Namun, fasilitas tersebut harus dibarengi dengan kemampuan sumber daya manusia agar teknologi benar-benar memberikan dampak positif. Terlebih, perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini berlangsung sangat cepat.
“Transformasi digital yang sesungguhnya adalah transformasi manusia. Teknologi boleh berubah setiap tahun. Aplikasi boleh datang dan pergi. Artificial Intelligence boleh berkembang semakin canggih. Tetapi pada akhirnya, kemajuan sebuah kota tetap ditentukan oleh kualitas manusianya, dan ini yang kita harapkan,” jelasnya.
Asep juga mengapresiasi DKM Masjid Al-Kautsar yang membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan program tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pengelola masjid dan komunitas dapat memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan teknologi.
Sementara, Ketua GPS Tangsel, Moh. Sartono menuturkan, GPS Digital Academy Innovation Center hadir sebagai respons terhadap tantangan yang muncul seiring perkembangan teknologi. Generasi muda, kata dia, harus dibekali kemampuan agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi.
“Kita tidak boleh menjadikan generasi muda hanya sebagai penonton, konsumen, atau bahkan menjadi korban dari derasnya perkembangan teknologi ini,” ujarnya.
Sartono berharap keberadaan pusat pembelajaran tersebut dapat mengembalikan fungsi masjid sebagai salah satu pusat pemberdayaan masyarakat. Anak-anak muda diharapkan memiliki ruang untuk belajar sekaligus mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Kita ingin masjid menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda untuk menatap masa depan. Di sini mereka bisa belajar coding, membuat konten kreatif yang positif, dan memanfaatkan teknologi untuk pengembangan diri,” katanya.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, GPS Tangsel menargetkan program tersebut tidak berhenti pada peluncuran. Pembelajaran digital diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan sehingga melahirkan generasi muda yang memiliki keterampilan teknologi, kreatif, produktif, serta mampu melihat peluang dari perkembangan ekonomi digital.(rmn)
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 20 jam yang lalu
Nasional | 23 jam yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu



