TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Nahkodai PBPI Tangsel, Ahmad Najib Bidik Cetak Atlet Muda Berprestasi

Padel Goes to School Hingga One-Door Advocacy Jadi Program Andalan

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Senin, 31 Agustus 2026 | 16:47 WIB
Ahmad Najib resmi memimpin organisasi tersebut untuk masa bakti 2026–2030. Foto : Ist
Ahmad Najib resmi memimpin organisasi tersebut untuk masa bakti 2026–2030. Foto : Ist

PONDOK AREN – Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Tangerang Selatan memiliki nahkoda baru. Ahmad Najib resmi memimpin organisasi tersebut untuk masa bakti 2026–2030 dengan membawa sejumlah agenda untuk memperkuat ekosistem olahraga padel di Kota Tangsel.

 

Tak hanya mengejar pertumbuhan jumlah pemain dan venue, kepengurusan baru PBPI Tangsel juga menargetkan lahirnya atlet-atlet muda berprestasi yang mampu bersaing di tingkat Banten hingga nasional.

 

Saat dijumpai di wilayah Pondok Aren, Senin (31/8), Ahmad Najib mengatakan amanah memimpin PBPI Tangsel akan dijalankan bersama jajaran pengurus dengan mengedepankan kolaborasi. Menurutnya, perkembangan padel yang cukup pesat di Tangsel perlu diiringi dengan tata kelola organisasi dan pembinaan yang terarah.

 

“Padel tumbuh sangat cepat di Tangerang Selatan. Bagi kami, tantangannya bukan hanya bagaimana membuat padel semakin ramai, tetapi bagaimana memastikan pertumbuhannya sehat, organik, terarah, dan berkelanjutan,” ujar Najib.

 

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Padel Goes to School. Program tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mengenalkan olahraga padel kepada pelajar, membentuk junior club, melakukan pembinaan berdasarkan kelompok umur, hingga menggelar kompetisi junior.

 

Program itu diharapkan menjadi pintu masuk untuk menemukan bibit-bibit atlet sejak usia muda. PBPI Tangsel ingin membangun jalur pembinaan yang berkesinambungan, mulai dari anak yang baru mengenal padel hingga mampu berkembang menjadi atlet kompetitif dan profesional.

 

Najib menilai pembinaan tersebut penting agar perkembangan padel di Tangsel tidak berhenti pada tingginya jumlah lapangan dan pemain rekreasional. Menurutnya, pertumbuhan olahraga harus menghasilkan prestasi sekaligus memberikan ruang bagi atlet muda untuk berkembang.

 

“Dari anak yang pertama kali memegang raket, menjadi junior player. Dari junior player menjadi student athlete. Dari student athlete berkembang menjadi atlet kompetitif. Dan dari sana, kita ingin melahirkan atlet profesional yang dapat memperkuat Banten dan Indonesia,” katanya.

 

Dalam menjalankan pembinaan, PBPI Tangsel juga akan mendorong sistem leveling pemain yang lebih jelas. Pemain pemula, rekreasional, kompetitif hingga atlet elite akan diarahkan sesuai kemampuan dan jenjang masing-masing.

 

Tak hanya pemain, peningkatan kualitas pelatih, wasit, serta perangkat pertandingan juga menjadi bagian dari agenda kepengurusan baru. Sertifikasi dan peningkatan kompetensi akan didorong agar pertumbuhan jumlah venue dan pemain diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

 

Program andalan lainnya yakni one-door advocacy untuk pengelola venue. PBPI Tangsel ingin menjadi jembatan komunikasi antara pengelola venue dengan pemerintah daerah, terutama dalam menghadapi persoalan administrasi dan perizinan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

 

Najib menegaskan PBPI tidak memiliki kewenangan menerbitkan izin maupun menjadi jalan pintas untuk mengabaikan aturan. Namun, organisasi dapat membantu memetakan persoalan dan memfasilitasi komunikasi dengan Pemkot Tangsel serta dinas terkait.

 

“Kita bantu komunikasinya. Kita bantu petakan persoalannya. Kita fasilitasi koordinasinya dengan pemerintah kota dan dinas-dinas terkait, sehingga industri padel dapat berkembang secara legal, tertib, aman, dan berkelanjutan,” tuturnya.

 

Selain membangun ekosistem venue dan pemain, PBPI Tangsel juga memberikan perhatian terhadap masa depan pendidikan atlet muda. Komunikasi dengan sekolah, pemerintah daerah, PBPI Banten, PBPI Pusat hingga institusi pendidikan akan diperkuat agar atlet tidak harus memilih antara pendidikan dan prestasi olahraga.

 

Menurut Najib, Banten telah memiliki sejumlah atlet padel yang mampu bersaing di level nasional dan memperkuat Tim Nasional Indonesia. Hal tersebut menjadi motivasi bagi PBPI Tangsel untuk melahirkan lebih banyak atlet melalui sistem pembinaan yang terstruktur.

 

Target lainnya adalah memanfaatkan momentum PON XXIII 2032 yang akan digelar di Banten dan Lampung. PBPI Tangsel siap memberikan kontribusi melalui atlet, sumber daya manusia, venue, kompetisi maupun dukungan terhadap program PBPI Banten.

 

“Kita ingin suatu hari nanti Tangerang Selatan tidak hanya dikenal karena mempunyai banyak lapangan padel. Tetapi dikenal karena mempunyai ekosistem padel yang sehat, profesional, inklusif, dan mampu melahirkan prestasi,” pungkas Najib.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit