TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Destry: Struktur Ekonomi RI Lebih Kuat dan Stabil Dibanding Vietnam

Reporter: Farhan
Editor: AY
Jumat, 04 September 2026 | 08:05 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (kiri). Foto : Ist
Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (kiri). Foto : Ist

JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menilai struktur ekonomi Indonesia jauh lebih kuat dan stabil dibandingkan Vietnam, meski pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di bawah negara tersebut.
Pada semester I-2026, ekonomi Vietnam tumbuh 8,18 persen, sedangkan Indonesia mencapai 5,45 persen.

 

Namun, Destry mengatakan perbandingan tidak bisa hanya dilihat dari angka pertumbuhan karena karakter dan kompleksitas ekonomi kedua negara berbeda.


“Dari sisi pertumbuhan ekonomi, ya mungkin kalah dari Vietnam, tapi karakter kita beda dengan Vietnam, kompleksitas juga masih beda,” kata Destry dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Kamis (3/9/2026).


Menurutnya, salah satu indikator ketahanan ekonomi Indonesia terlihat dari inflasi yang tetap terkendali di level 3,19 persen. Sementara inflasi Vietnam berada di kisaran 4,5-5 persen.


Destry juga menyoroti disiplin fiskal Indonesia. Defisit APBN pada 2025 tercatat 2,8 persen dan diperkirakan sekitar 2,85 persen pada 2026.


Dari sisi eksternal, cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 mencapai sekitar 146 miliar dolar AS, naik dari 145,3 miliar dolar AS pada Juli.


BI juga terus menjaga stabilitas rupiah dengan mendorong masuknya modal asing ke pasar keuangan domestik. Sepanjang tahun berjalan, arus modal ke SBN dan SRBI mencapai sekitar 10-11 miliar dolar AS.


Destry menegaskan, penguatan fundamental ekonomi tetap harus diikuti dengan upaya meningkatkan pertumbuhan. Pemerintah, BI, sektor keuangan, dan dunia usaha perlu bersinergi untuk mendorong investasi dan produktivitas.


Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menambahkan, fundamental ekonomi dan fiskal Indonesia menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan global.


“Ekonomi Indonesia terbukti cukup tangguh dan memiliki ketahanan tinggi,” ujar Suahasil.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit