Gunung Semeru Erupsi, Aktivitas Warga Dibatasi hingga 13 Km dari Puncak
JAWA TIMUR — Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Rabu (16/9/2026) pagi.
Erupsi terjadi sekitar pukul 07.53 WIB. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom erupsi tidak teramati.
Aktivitas tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 115 detik.
PVMBG mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara Gunung Semeru, khususnya sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak yang menjadi pusat erupsi.
Larangan aktivitas juga berlaku pada area berjarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar yang dapat mencapai hingga 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru karena kawasan tersebut masih berisiko terkena lontaran batu pijar.
PVMBG juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar yang dapat meluncur melalui sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Semeru.
Kewaspadaan terutama diperlukan di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan karena berpotensi dilanda lahar.
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 18 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu






