TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Nenek 60 Tahun Tewas Dihantam Palu, Anak Kandung Diamankan Polisi

Reporter: Farhan
Editor: AY
Jumat, 18 September 2026 | 10:40 WIB
TKP ditemukannya jasad Eni Warasati (60) warga Kampung Babakan Tengah. Foto: Ist
TKP ditemukannya jasad Eni Warasati (60) warga Kampung Babakan Tengah. Foto: Ist

TANGERANG — Warga Kampung Babakan Tengah, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, digemparkan oleh kematian Eni Warasati (60). Lansia tersebut ditemukan bersimbah luka di bagian kepala di sebuah lahan kosong, Kamis (17/9).


Eni sempat dilarikan ke rumah sakit setelah ditemukan warga dalam kondisi masih bernyawa. Namun, luka parah yang dideritanya membuat nyawanya tidak tertolong.


Ironisnya, polisi menduga Eni menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri, Evi Wihandono (41). Terduga pelaku kini telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan.


Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah seorang warga yang melintas melihat korban tergeletak di lahan kosong. Saat ditemukan, Eni masih dalam kondisi hidup.


Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Kelapa Dua. Petugas yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
“Korban dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit akibat mengalami luka berat di bagian kepala,” kata Wira, Kamis (17/9).


Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah luka pada bagian depan dan belakang kepala korban. Luka tersebut diduga akibat hantaman benda tumpul.


“Ditemukan beberapa luka di kepala bagian belakang dan depan. Dugaannya akibat hantaman benda tumpul menggunakan palu,” ujarnya.


Setelah korban dievakuasi, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, termasuk benda yang diduga digunakan dalam penganiayaan, serta memeriksa sejumlah saksi.


Dari rangkaian pemeriksaan tersebut, polisi kemudian mengarah kepada Evi Wihandono. Kecurigaan semakin kuat setelah petugas menemukan luka pada bagian tangan Evi.


Polisi selanjutnya mengamankan Evi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


Meski demikian, polisi masih mendalami motif di balik dugaan penganiayaan tersebut. Penyidik juga masih menggali keterangan dan bukti-bukti lain untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia.


“Untuk motif dan hal lainnya masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan. Perkembangan lebih lanjut akan segera kami sampaikan,” tegas Wira.


Peristiwa tersebut meninggalkan duka sekaligus keterkejutan bagi warga sekitar. Seorang tetangga mengaku tidak menyangka kejadian tragis itu melibatkan anak kandung korban.


Menurutnya, Evi selama ini dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan tidak pernah terlihat menunjukkan perilaku kasar terhadap orang tuanya.


“Kami benar-benar tidak menyangka. Selama ini dia dikenal pendiam dan tidak kelihatan ada tanda-tanda aneh atau kejam ke orang tuanya,” ungkap warga tersebut. 
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit