TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Wamendukbangga Tinjau WCD 2026 di Tangsel, Kesehatan Mental Anak Jadi Sorotan

Reporter: Ferdy Salim
Editor: Ari Supriadi
Jumat, 18 September 2026 | 14:18 WIB
Wakil Menteri Kemendukbangga/BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menghadiri Kunjungan Kerja dalam rangka Hari Kontrasepsi Sedunia 2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33, Jelupang, Serpong Utara, Tangsel, Jumat (18/9/2026). (Foto: tangselpos.id/lim)
Wakil Menteri Kemendukbangga/BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menghadiri Kunjungan Kerja dalam rangka Hari Kontrasepsi Sedunia 2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33, Jelupang, Serpong Utara, Tangsel, Jumat (18/9/2026). (Foto: tangselpos.id/lim)

TANGERANG SELATAN — Rangkaian peringatan World Contraception Day (WCD) 2026 di Provinsi Banten tidak hanya berfokus pada pelayanan kontrasepsi bagi masyarakat. Edukasi kesehatan mental bagi anak-anak di Sekolah Rakyat juga menjadi perhatian dalam kegiatan yang digelar di Kota Tangerang Selatan, Jumat (18/9/2026).

 

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka meninjau langsung rangkaian kegiatan WCD 2026 yang salah satunya berlangsung di Sekolah Rakyat, Serpong Utara, Tangsel.

 

Dalam kesempatan tersebut, Isyana menjelaskan bahwa peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia yang diperingati setiap 26 September menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan kesehatan, khususnya akses masyarakat terhadap pelayanan kontrasepsi.

 

“Ini bagian dari kehadiran negara, bagaimana memberikan alat kontrasepsi untuk masyarakat. Bagaimana pun juga, keluarga yang ingin mengatur jarak kelahiran atau melakukan perencanaan keluarga, termasuk menjaga jarak kehamilan, tadi sudah diikuti oleh masyarakat dengan antusias,” ujar Isyana saat konferensi pers.

 

Menurutnya, pelayanan kontrasepsi merupakan bagian dari upaya mendukung keluarga dalam membuat perencanaan kehidupan yang lebih baik, termasuk pengaturan jarak kelahiran sesuai kebutuhan masing-masing keluarga.

 

Selain pelayanan kesehatan, rangkaian WCD 2026 di Tangsel juga diisi dengan kegiatan edukasi bagi peserta didik Sekolah Rakyat melalui program “Sehat Jiwaku, Ceria Sekolahku”.

 

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dengan Kementerian Sosial serta Kementerian Kesehatan.

 

Isyana menyampaikan, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang mengikuti program pendidikan berbasis asrama.

 

“Bagaimana setiap anak Indonesia itu bisa mendapatkan pendidikan, termasuk anak-anak yang ada di Sekolah Rakyat, dan kemudian juga bisa tinggal di asrama di sini,” katanya.

 

Wakil Menteri Kemendukbangga/BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka berfoto bersama usai peninjauan pelayanan kesehatan pada peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2026 di SRMA 33 Jelupang, Serpong Utara, Tangsel, Jumat (18/9/2026). (Foto: tangselpos.id/lim)

 

Ia menambahkan, selain memastikan akses pendidikan, aspek kesehatan anak juga menjadi hal yang tidak kalah penting, termasuk kesehatan mental.

 

“Bagaimana edukasi sudah dilakukan di sini, di Sekolah Rakyat ini, salah satu yang juga penting dipastikan adalah kesehatan mentalnya,” ungkapnya.

 

Melalui kegiatan “Sehat Jiwaku, Ceria Sekolahku”, para peserta didik mendapatkan edukasi mengenai pengenalan emosi, cara mengelola perasaan, membangun hubungan sosial yang sehat, hingga pentingnya mencari bantuan ketika menghadapi persoalan.

 

Materi diberikan dengan metode yang disesuaikan dengan usia anak melalui pendekatan belajar, bermain, bercerita, dan berefleksi.

 

Selain edukasi anak, rangkaian WCD 2026 di Banten juga mencakup **Pelayanan KB Serentak** bagi pasangan usia subur (PUS), terutama peserta KB baru, peserta baru metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), serta peserta KB pascapersalinan.

 

Pelayanan tersebut tersedia melalui fasilitas kesehatan yang telah terdaftar di Provinsi Banten dengan berbagai pilihan metode kontrasepsi, mulai dari pil, kondom, suntik, IUD, implan, metode operasi wanita (MOW), hingga metode operasi pria (MOP).

 

Pelayanan KB serentak berlangsung mulai 7 September hingga 7 Oktober 2026, dengan pelaporan hasil pelayanan sampai 10 Oktober 2026.

 

Rangkaian WCD 2026 di Banten menunjukkan bahwa pembangunan keluarga tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kontrasepsi, tetapi juga mencakup upaya menyiapkan generasi muda melalui pendidikan, kesehatan reproduksi, dan kesehatan mental sejak dini. (*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit