TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Tabur Bunga di Selat Sunda, Keluarga Korban Arupadatu I Lepas Doa

Reporter: Farhan
Editor: AY
Jumat, 18 September 2026 | 14:47 WIB
Keluarga korban speedboat Arupadatu I menggelar tabur bunga di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau. Foto : Ist
Keluarga korban speedboat Arupadatu I menggelar tabur bunga di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau. Foto : Ist

PANDEGLANG — Suasana haru menyelimuti perairan Selat Sunda, Jumat (18/9/2026). Keluarga korban speedboat Arupadatu I menggelar tabur bunga di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau (GAK), didampingi Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).


Tabur bunga dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa bagi lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadatu I yang hingga kini belum ditemukan.


Arupadatu I dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 15.04 WIB saat dalam perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Kapal tersebut membawa lima jurnalis foto, yakni M. Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firdaus Wajidi (Anadolu Agency), dan Donal Husni (freelance).
Selain itu, terdapat tiga awak kapal, yaitu Warta selaku kapten, Surakhman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu.


Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dilakukan selama 10 hari, sejak 8 hingga 17 September 2026. Namun, hingga operasi berakhir, tim SAR belum berhasil menemukan para korban.
Polda Banten Beri Dukungan kepada Keluarga.


Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, kehadiran polisi dan Basarnas dalam prosesi tabur bunga merupakan bentuk dukungan moril kepada keluarga korban.
Menurutnya, keluarga masih berada dalam situasi sulit setelah kehilangan kontak dengan para korban.


“Tabur bunga ini merupakan bentuk penghormatan dan doa bersama keluarga korban. Polda Banten bersama seluruh unsur terkait terus memberikan dukungan kepada keluarga korban,” ujar Maruli.


Dia berharap prosesi tersebut dapat menjadi momentum bagi keluarga untuk memanjatkan doa sekaligus mengenang para korban.


Maruli menegaskan, Polda Banten bersama seluruh unsur terkait tetap memberikan pendampingan kepada keluarga selama proses penanganan insiden Arupadatu I.


“Semoga kegiatan ini dapat memberikan ketenangan dan kekuatan bagi keluarga korban,” katanya.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit