TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

ICMI Pandeglang Diminta Berkontribusi dalam Pembangunan Daerah

Oleh: Ari Supriadi
Editor: Ari Supriadi selected
Jumat, 18 September 2026 | 18:54 WIB
Pelantikan pengurus ICMI Orda Pandeglang periode 2026-2031, di Pendopo Pandeglang, Jumat (18/9/2026).(Istimewa)
Pelantikan pengurus ICMI Orda Pandeglang periode 2026-2031, di Pendopo Pandeglang, Jumat (18/9/2026).(Istimewa)

PANDEGLANG - Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Kabupaten Pandeglang masa bakti 2026-2031, diminta untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. Program kerja ICMI Pandeglang juga diharapkan disinergikan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang.

 

Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, ICMI memiliki sumber daya manusia dengan berbagai latar belakang pendidikan yang mampu berkontribusi terhadap masyarakat. “Untuk mendapatkan ilmu, kita harus belajar kepada orang yang berilmu. Ilmu agama, ilmu negara, ilmu pengetahuan lainnya kita harus kita pelajari. Dan di ICMI, banyak orang yang memiliki ilmu dengan berbagai latar belakang pendidikan,” ujar Dimyati, saat menyampaikan orasi ilmiah dalam Pengukuhan Pengurus ICMI Orda Pandeglang, di Pendopo Pandeglang, Jumat (18/9/2026).

 

Menurutnya, pembangunan daerah tidak membutuhkan sumber daya alam dan infrastruktur, tetapi sumber daya manusia sebagai pondasi pembangunan. Dikatakannya, keilmuan yang dimiliki setiap orang tentunya harus dibarengi dengan nilai-nilai etika moral, ketakwaan, akhlak yang baik dan budi pekerti. Selain itu pengurus ICMI Pandeglang juga harus memiliki sikap moderat yang menghargai perbedaan.

 

Sementara, Ketua ICMI Orda Pandeglang, Yuliana Aristian mengatakan, tidak ingin ICMI Pandeglang menjadi organisasi  yang hanya ramai saat pelantikan, tetapi harus tampil sebagai motor penghasil gagasan dan pengawal kebijakan pembangunan di Pandeglang.

 

Menurutnya, pelantikan ini menjadi awal bagi ICMI Pandeglang untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah melalui kajian ilmiah dan rekomendasi kebijakan. “ICMI dibentuk oleh almarhum B. J. Habibie sebagai wadah para cendekiawan muslim. Di Pandeglang, kami ingin menghadirkan gagasan, kajian, dan masukan kepada pemerintah daerah demi kemajuan Pandeglang," kata Yuliana.

 

ICMI Pandeglang, kata dia, tidak mengejar banyaknya kegiatan seremonial, tetapi akan mengukur keberhasilan dari program yang benar-benar berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.  “Semangat kami sederhana. Tidak harus banyak program, tetapi program yang dibuat harus hidup, berjalan, dan dirasakan manfaatnya,” ungkap Sekretaris Dinas Pariwisata Pandeglang ini.

 

Dikatakannya, pelantikan bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan momentum menerima amanah untuk berpikir, mengabdi, dan melahirkan solusi bagi masyarakat.

 

Aris menyebut ICMI harus menjadi ruang berkumpulnya para cendekiawan lintas profesi, mulai dari ulama, akademisi, birokrat, tenaga kesehatan, pendidik, profesional, pengusaha, aktivis hingga generasi muda. “ICMI tidak boleh berhenti pada diskusi dan kritik. Kami harus menawarkan solusi, menyusun rekomendasi kebijakan, dan memastikan hasil kajian bisa dimanfaatkan pemerintah maupun masyarakat,” pungkasnya.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit