TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Grandmaster Maurice Ashley dan Wagub Banten Beradu Langkah di Bintaro

Reporter: Irawan
Editor: Redaksi
Minggu, 27 September 2026 | 15:49 WIB
Grandmaster Maurice Ashley bersama Wakil Gubernur Banten H. Achmad Dimyati Natakusumah saat berfoto bersama. Foto : Ist
Grandmaster Maurice Ashley bersama Wakil Gubernur Banten H. Achmad Dimyati Natakusumah saat berfoto bersama. Foto : Ist

BINTARO - Suasana hangat dan penuh antusiasme tampak memenuhi area Nongkitiam, Bintaro, Tangerang Selatan. Bukan sekadar tempat bersantai, sudut kedai kopi tersebut mendadak menjadi pusat perhatian pencinta olahraga asah otak berkat kehadiran tamu istimewa berkaliber dunia, Grandmaster (GM) catur asal Amerika Serikat, Maurice Ashley.

 

Kehadiran figur bersejarah yang mencatatkan namanya sebagai GM kulit hitam pertama di dunia pada tahun 1999 ini sukses memikat komunitas serta atlet muda catur Indonesia.

 

Terlebih, acara bertajuk "Chess for the Next Generation" itu turut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Banten, Dr. H. Achmad Dimyati Natakusumah, yang menyempatkan diri beradu strategi di atas papan hitam-putih.


Catur Sebagai Sekolah Kehidupan


Di balik reputasi internasionalnya, kedatangan Ashley ke tanah air awalnya merupakan agenda pribadi dan liburan.


Namun, momentum tersebut tak disia-siakan oleh Percasi Banten dan Percasi Tangerang Selatan untuk berkolaborasi menghadirkan ruang interaksi langsung bersama sang maestro.


Dalam sesi diskusi santai, pria yang juga berprofesi sebagai penulis, pelatih, dan komentator ini membagikan filosofi mendalam tentang catur.


Bagi Ashley, papan catur adalah miniatur kehidupan nyata. Setiap langkah menuntut pemain untuk berhenti sejenak, membaca situasi, dan menanggung konsekuensi dari keputusan yang diambil.


"Catur lebih dari sekadar permainan. Catur mengajarkan kita untuk berhenti sejenak, berpikir, menganalisis situasi, dan memahami bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi," ungkap Ashley di hadapan para atlet muda.


Pesan ini selaras dengan buku karyanya, Move by Move: Life Lessons On and Off the Chessboard, di mana ia merangkum empat dekade pengalamannya mengatasi kekalahan, membangun mental pemenang, hingga mengasah discipline of the mind (disiplin berpikir).


Dari Duel Eksibisi hingga Dorongan Karakter


Kemeriahan acara semakin memuncak tatkala konten kreator catur, Mat Sekak, dan Wagub Banten Achmad Dimyati turun tangan menjajal ketangguhan berpikir sang Grandmaster dalam duel eksibisi yang cair dan penuh keakraban.


Bagi Wagub Banten, kehadiran catur di ruang-ruang publik seperti kopitiam membuktikan bahwa olahraga ini bisa melebur dekat dengan masyarakat sekaligus menjadi instrumen strategis pembentukan karakter generasi muda.


"Anak-anak belajar fokus, sabar, menyusun strategi, dan mengambil keputusan. Saya berharap semakin banyak generasi muda di Banten yang mengenal dan mencintai catur, bukan hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga membangun karakter sejak usia dini," tutur Dimyati.


Sementara itu, Ketua Pelaksana Chess for the Next Generation, Chandra Syahriar, berharap kegiatan ini dapat menjadi percikan awal bagi gerakan yang lebih luas.


Dengan mendekatkan tokoh sekelas Maurice Ashley kepada masyarakat, catur diharapkan kian diminati bukan sekadar sebagai kompetisi formal, melainkan sebagai gaya hidup positif yang membentuk ketajaman berpikir anak bangsa.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit