Viral Di Medsos, Dugaan Aksi Bullying Di Sekolah Internasional Di Serpong
SERPONG-Isu tak sedap kembali menerpa sekolah internasional di kawasan Serpong. Usai sempat diterpa kabar dugaan pelecehan seksual terhadap siswi di bawah umur, kini sekolah Internasional tersebut menjadi sorotan publik akibat dugaan aksi perundungan atau bullying yang menimpa salah satu siswanya.
Berdasarkan pantauan Tangsel Pos, dugaan bullying tersebut mendadak gempar di platform X (Twitter) setelah diunggah oleh akun @paper.thoughts35. Pemilik akun yang mengaku sebagai pihak keluarga korban membeberkan kronologi kejadian yang menimpa kerabatnya di sekolah tersebut.
"Saya adalah keluarga dari salah satu korban bullying di sekolah ICM (identitas korban tentunya akan saya rahasiakan demi kenyamanan korban). Bukti-bukti juga akan saya lampirkan pada utas ini," tulis akun @paper.thoughts35 dalam unggahannya, dikutip Tangsel Pos, Jumat (25/9).
Dalam utas yang diunggahnya, akun tersebut menceritakan bahwa peristiwa memprihatinkan itu terjadi pada 26 Agustus 2026 lalu, tepatnya saat kegiatan pramuka di lapangan sekolah. Korban berinisial X diduga menjadi sasaran kekerasan verbal dan fisik yang dilakukan oleh enam orang seniornya.
"Menurut keterangan korban, awalnya kedua tangan korban dipegang ke belakang oleh 1 orang pelaku yang diketahui sebagai provokator. Lalu korban didudukkan, kemudian mata hingga mulut korban dililit dengan dasi (tersisa hidung yang terbuka)," ungkap pengunggah menjelaskan awal mula kejadian.
Situasi intimidasi tersebut disinyalir berlangsung cukup lama tanpa ada tindakan pencegahan di lokasi. Korban yang berada dalam kondisi mulut terikat tak berdaya untuk meminta pertolongan.
"Kemudian korban dipukuli dengan buku, lalu dilempari dengan karet rumput sintetis. Korban tidak berdaya karena mulut tertutup, dan tidak ada yang menolong. Di area lapangan tersebut juga tidak terdapat CCTV (yang mana ini adalah kelalaian dari sekolah)," lanjut akun tersebut dalam tulisannya.
Aksi tersebut akhirnya terhenti setelah para terduga pelaku melepaskan korban. Sejumlah rekan seangkatan korban yang menyaksikan dari kejauhan baru berani mendekat untuk memberikan bantuan.
"Beberapa teman seangkatan korban baru berani menghampiri dan mengatakan bahwa telinga korban berdarah, dan ternyata luka robek yang perlu dijahit (diduga luka akibat benda tajam, bisa dari name tag besi atau ring besi kacu pramuka)," terang akun tersebut sambil melampirkan foto penanganan medis korban di rumah sakit, dengan kondisi daun telinga yang berdarah.
Mendengar kabar buruk tersebut, orang tua korban langsung bergerak cepat menjemput anaknya pada malam hari kejadian untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Meski sempat dilakukan upaya mediasi antara pihak korban, para terduga pelaku, dan orang tua masing-masing, pihak keluarga korban menyayangkan sikap salah satu orang tua terduga pelaku yang dinilai tidak kooperatif.
Salah satu akun lainnya, yang mengaku sebagai orang tua korban menyebut, bahwa salah satu pelaku adalah anak dari pejabat negara. Namun hingga kini, yang bersangkutan belum memberikan keterangannya kepada Tangsel Pos.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan di platform X tersebut masih terus dibanjiri komentar dan tanggapan dari netizen. Redaksi Tangsel Pos masih berupaya menghubungi pihak manajemen sekolah guna mendapatkan klarifikasi terkait dugaan insiden tersebut.
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu




