TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

PORPROV 2026

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Wali Kota Dorong Generasi Muda Empati Terhadap Sesama

Momentum Hari Sumpah Pemuda

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:45 WIB
PEMUDA. Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie saat menjadi pembina upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Puspemkot Tangsel
PEMUDA. Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie saat menjadi pembina upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Puspemkot Tangsel

CIPUTAT-Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie mendorong generasi muda memiliki karakter yang kuat, gigih, dan berempati terhadap sesama. Menurutnya, kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi dan pembangunan fisik, tetapi juga kualitas karakter generasi penerusnya.

 

 Pesan tersebut disampaikan Benyamin saat momen upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel, Rabu (28/10).

 

 Benyamin mengatakan, generasi muda perlu memiliki tiga karakter utama, yakni patriotik, gigih, dan berempati. Sikap patriotik harus diwujudkan melalui pengabdian dan tindakan nyata untuk bangsa, sedangkan kegigihan diperlukan agar pemuda tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan maupun kegagalan.

 

 Sementara, empati menjadi hal penting agar generasi muda tidak hanya berorientasi pada keberhasilan diri sendiri, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap orang lain yang membutuhkan pertolongan. “Karena itu, kita harus membentuk generasi masa depan yang patriotik, gigih, dan berempati,” ujar Benyamin.

 

 Dia menilai, perkembangan teknologi komunikasi turut menghadirkan tantangan dalam pembentukan karakter anak muda, terutama dalam menumbuhkan kepedulian dan kepekaan sosial. Sikap saling membantu, menghargai orang lain, serta memberikan kesempatan kepada sesama perlu terus diperkuat.

 

 “Sekarang ini, akibat pengaruh negatif dari teknologi komunikasi, soal empati, tolong-menolong, kasihan kepada yang tidak punya, memberi ruang kesempatan kepada yang di bawahnya, adik kelasnya, segala macam itu relatif menemukannya, tontonannya,” ungkapnya.

 

 Menurut Benyamin, penguatan empati juga berkaitan erat dengan upaya mencegah perundungan atau bullying di kalangan generasi muda. Dengan menumbuhkan kepedulian dan sikap saling menghargai, diharapkan anak-anak muda tidak mudah merendahkan orang lain serta mampu membangun hubungan sosial yang sehat.

 

 Selain kepedulian sosial, ketangguhan mental juga menjadi perhatian dalam membentuk karakter pemuda. Generasi muda diharapkan mampu menghadapi tantangan, belajar dari kegagalan, dan tetap berjuang untuk mencapai cita-cita tanpa kehilangan rasa kemanusiaan.

 

 Benyamin menegaskan, patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan makna. Begitu pula kegigihan yang tidak diimbangi nurani dapat membuat perjuangan kehilangan arah. Karena itu, kemampuan dan prestasi harus berjalan beriringan dengan karakter yang baik.

 

 “Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani, generasi yang mampu berdiri tegak untuk bangsanya, sekaligus mengulurkan tangan kepada sesamanya,” pesannya.

 

 Dia berharap, generasi muda Tangsel dapat menjadikan semangat Hari Sumpah Pemuda sebagai dorongan untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pemuda tidak hanya dituntut memiliki kemampuan dan daya saing, tetapi juga harus mampu menunjukkan kepedulian terhadap sesama.

 

 “Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan. Sebab, masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui, masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama-sama,” pungkasnya.(rmn)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit