Dua Bocah Tewas Saat Adang Bus, DPRD Kota Tangerang: Semua Pihak Harus Turun Tangan

TANGERANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang tegaskan seluruh pihak untuk turun tangan menangani perilaku remaja adang bus, sebab hal itu sudah menewaskan sebanyak dua bocah.
Diketahui sebelumnya, aksi adang bus yang menewaskan bocah tersebut terjadi pada Jum’at, (3/6/2022) lalu, menewaskan korban berinisial Y (18) yang tengah mengadang bus bersama teman-temannya berniat nge-BM di Jalan Otista, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.
Hal serupa juga terjadi baru-baru ini pada Selasa, (7/6/2022), di mana seorang remaja berinisial MF (14) mengadang bus diduga berniat nge-BM di jalan M Thoha, Sangiang, Kecamatan Periuk, Tangerang Kota, hingga akhirnya menyebabkan dirinya terlindas ban truk dan tewas di tempat.
Ihwal hal tersebut, Anggota Komisi I DPRD Tangerang Kota, Theresia Megawati Wijaya menyampaikan bahwa untuk melakukan pencegahan agar jangan sampai terulang lagi perlu melibatkan beberapa pihak.
“Itu kan harus tindakannya bersama, gabisa hanya satu atau dua pihak saja,” ujar Theresia kepada Tangselpos.id, Rabu, (8/6/2022).
Kata Theresia, Dinas Pendidikan dan guru-guru harus dapat menghimbau kepada murid-muridnya dengan melakukan pengawasan kepada mereka.
“Harusnya jadi konsen bagi Dinas Pendidikan dan guru-guru di sekolah untuk selalu mengingatkan murid-muridnya dan melakukan pengawasan untuk setiap kegiatan mereka,” tutur Theresia.
Theresia turut melanjutkan bahwa untuk Dinas Pendidikan (Dindik) perlu adanya sosialisasi, sebab tidak mungkin 24 jam pengawasan dilakukan oleh Dinas Pendidikan, dikarenakan mereka hanya melakukan pengawasan selama di sekolah.
“Bentuknya sosialisasi karena untuk pengawasan kegiatan dari anak-anak kan gamungkin 24 jam dilakukan oleh Dinas Pendidikan. Mereka hanya melakukan pengawasan saat anak berada di sekolah,” imbuhnya.
Untuk itu, menurutnya pengawasan lebih intens harus dilakukan oleh para orang tua dan masyarakat sekitar.
“Nantinya apabila ditemukan adanya gerombolan para remaja berkumpul dan hendak melakukan hal-hal yang negatif, bisa langsung dilakukan pencegahan,” tambah Theresia.
Anggota Partai Solidaritas Indonesia tersebut turut menyampaikan masukan kepada pihak-pihak terkait untuk meminimalisir kejadian tersebut terulang dengan memberikan remaja-remaja tersebut tambahan kegiatan di luar jam kosong mereka.
“Agar anak-anak di Tangerang Kota itu mendapatkan wadah untuk mengisi kekosongan mereka dengan kegiatan-kegiatan yang positif, sehingga saktu mereka habis untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang akhirnya dapat bermanfaat,” tandasnya.
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
TangselCity | 19 jam yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Olahraga | 7 jam yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu