TangselCity

Ibadah Haji 2024

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Keharuan Bu Rukiah, Cerita saat Rumahnya Masih Tak Layak Huni Sebelum Dibedah

Laporan: Rachman Deniansyah
Rabu, 10 Juli 2024 | 17:48 WIB
Salah satu penerima manfaat bedah rumah, Rukiah sedang curhat di hadapan Kepala Disperkimta Kota Tangsel, Aries Kurniawan. (tangselpos.id/rmn)
Salah satu penerima manfaat bedah rumah, Rukiah sedang curhat di hadapan Kepala Disperkimta Kota Tangsel, Aries Kurniawan. (tangselpos.id/rmn)

PONDOK AREN - Rukiah, warga Kelurahan Parigi, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel) tak bisa membendung keharuannya saat bercerita ketika kondisi rumahnya yang dahulu tidak layak untuk dihuni. Namun kini rumahnya telah berubah dan sudah sangat nyaman untuk ditinggali. 

Tangis harunya itu pecah saat Rukiah bercerita di hadapan Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel, Aries Kurniawan dalam acara peresmian perbaikan rumah umum tak layak huni (RUTLH) di kawasan Kecamatan Pondok Aren, Tangsel, Rabu (10/7/2024). 

Kondisi rumah yang tidak layak, sudah dirasakan Rukiah selama lebih dari 20 tahun. 

Selama puluhan tahun tersebut, kebocoran merupakan hal yang sering kali Ia rasakan di kala hujan mengguyur. 

Namun melalui program perbaikan RUTLH ini, rumahnya kini telah berubah. Dinding yang kokoh, atap yang tidak bocor, serta ruangan yang bagus membuat rumahnya nyaman untuk ditinggali.

"Terimakasih kepada Pak Wali, Pak Wakil. Sekarang rumah saya sudah dibedah. Rasa syukur, terimakasih untuk Bapak Lurah, Bapak RT, RW," ucap Rukiah terbata-bata lantaran menahan sedih terharu. 

Sementara itu, Kepala Disperkimta Kota Tangsel, Aries Kurniawan mengatakan, bedah rumah atau perbaikan RUTLH merupakan program andalan Pemkot Tangsel dalam menjamin hak kehidupan setiap warganya untuk tinggal dengan nyaman di wilayah termuda se-Banten ini. 

"Sejak awal hingga saat ini total rumah yang sudah kamu bangun sebanyak 2.511 rumah. Untuk tahun ini saja, kami membedah sebanyak 510 unit," ujar Aries. 

Aries menuturkan, Pondok Aren menjadi wilayah yang paling banyak menerima program perbaikan RUTLH ini. Totalnya mencapai 94 unit rumah.

"Di mana setiap kelurahan, di antaranya Jurang Mangu Barat 6 unit, Jurang Mangu Timur 4 unit, Parigi 10 unit, Parigi Baru 6 unit, Pondok Aren 12 unit, Pondok Betung 6 unit, Pondok Jaya 12 unit, Pondok Kacang Barat 8 unit, Pondok Kacang Timur 6 unit, Pondok Karya 12 unit, Pondok Pucung 12 unit," paparnya. 

Ia menjelaskan lebih lanjut, perbaikan RUTLH dilakukan secara total. Mulai dari pembangunan pondasi rumah. 

"Lantau keramik, atap rangka baja. Kemudian juga ada kamar mandi dan dua kamar tidur," imbuhnya. 

Program ini, kata Aries, menyasar warganya yang kurang mampu dengan kondisi rumah yang tak layak huni. Program ini diberikan melalui adanya pengajuan. 

"Persyaratannya, pertama tanahnya harus punya milik pribadi. Bukan PT atau Perusahaan. Ataupun kalau tidak seritifkat, bisa pakai surat keterangan dari Kelurahan bahwa memang surat tersebut miliki sendiri. Kemudian, wajib KTP Kota Tangsel, dan juga berpenghasilan rendah. Kalau sudah diusulkan dan dibuat proposal. Diketahui RT, RW, dan Lurah. Nanti BKM ini lah yang survei apakah layak dibedah tahun ini atau selanjutnya," jelasnya.

Sementara itu, peresmian ini dihadiri pula oleh Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan. 

Selain meresmikan perbaikan RUTLH di wilayah Parigi, Pilar juga meresmikan bedah rumah di wilayah Parigi Baru, dan Pondok Kacang Barat.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo